Beberapa tahun belakangan ini, augmented reality manufaktur mulai banyak digunakan. Apa itu augmented reality? Mengapa banyak digunakan di industri manufaktur? Sebenarnya, kita cukup sering lho menemukan augmented reality dan banyak pula perusahaan dunia terkenal yang sudah menggunakan augmented reality manufaktur.

Miliaran manusia di seluruh dunia mempunyai akun di media sosial bernama Instagram. Hampir setiap hari pula jutaan akun menggunakan fitur filter dari Instagram. Ada yang merubah warna, make up, dan masih banyak lagi. Teknologi yang disebut Instagram sebagai filter ini sebenarnya adalah augmented reality. Smarteye pernah mengulas lebih mendalam tentang AR disini.

Jadi, augmented reality adalah suatu teknologi yang dapat mengubah suatu hal di dunia nyata secara langsung (real-time), tapi perubahan ini hanya dapat dilihat dari layar smartphone saja. Selain Instagram atau media sosial lainnya, augmented reality juga digunakan oleh aplikasi furniture seperti IKEA, dimana pengguna dapat mencocokan furniture dari katalog IKEA dan langsung menempatkannya di rumah mereka.

Ternyata, augmented reality juga dapat digunakan untuk pekerjaan teknikal, lho! Beberapa tahun belakangan ini semakin banyak perusahan yang memanfaatkan teknologi augmented reality di industri manufaktur. Hal ini karena banyak sekali keuntungan yang di dapat perusahaan jika menggunakan teknologi augmented reality dan melakukan AR training. Pekerjaan yang dilakukan karyawan akan lebih efisien karena dibantu oleh augmented reality atau AR. Karyawan akan dapat menghemat waktu berkat AR training dan ini akan berdampak besar dalam kemajuan perusahaan.

Walaupun terlihat mahal, sebenarnya modal untuk augmented reality manufaktur dapat kembali dalam waktu kurang dari 6 bulan! Ini karena efisiensi yang dihasilkan dari augmented reality, sehingga perusahaan akan mendapatkan untuk beberapa kali lipat dari biasanya. Ada 5 perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi augmented reality manufaktur untuk mengembangkan usahanya. Perusahaan apa saja dan apa yang dilakukan dengan augmented reality ya? Yuk, simak ceritanya di bawah ini!

1. Thyssenkrupp – Menggunakan AR untuk desain

augmented reality manufaktur
Source: Reuters

Thyssenkrupp merupakan sebuah perusahaan asal Jerman yang berfokus pada teknik industry dan baja. Perusahaan ini sudah berdiri semenjak 21 tahun yang lalu, dan baru-baru ini mulai menggunakan teknologi augmented reality manufaktur. Thyssenkrupp menggunakan Microsoft HoloLens untuk mendesain bagian-bagian rumah.

Microsoft HoloLens sendiri merupakan sebuah kacamata AR yang mampu membuat hologram sehingga dapat ‘mengubah’ kondisi di dunia nyata. Dengan begini, designer dapat melakukan pekerjaannya dengan cepat. Alat ini akan mengukur suatu bagian rumah secara otomatis dalam bentuk 3D dan data ini akan langsung dikirim ke tim manufaktur.

Nantinya, designer dan tim manufaktur dapat berdiskusi secara langsung (real-time) mengenai produk yang mereka desain. Karena itu, dengan bantuan AR, sebuah keputusan dapat dengan cepat diambil dan akan memuaskan konsumen karena kecepatan dalam pengerjaan.

2. Boeing – Menggunakan AR untuk merakit pesawat

augmented reality manufaktur
Source: Pasar Dana

Siapa yang tidak mengenal perusahaan satu ini? Boeing merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai pesawat komersial. Pesawat yang pernah Anda naiki kemungkinan besar adalah rakitan dari perusahaan Boeing. Setelah adanya teknologi augmented reality, Boeing mulai menggunakan teknologi ini untuk membantu karyawan yang sudah melakukan AR training dalam mengerjakan sesuatu.

Sebelum ada AR, para perakit harus menggunakan grafik dan laptop untuk melakukan perakitan. Hal ini tentunya akan memakan waktu cukup lama karena para pekerja harus bolak balik melihat ke layar laptop mereka. Akhirnya, Boeing memutuskan untuk menggunakan perangkat lunak Google Glass and Skylight untuk merakat, serta aplikasi Upskill untuk mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan listrik dan kabel.

Setelah menggunakan AR, dikabarkan Boeing telah menghemat waktu untuk pengerjaan listrik dan kabel sebanyak 25% serta meminimalisir kesalahan hingga ke titik nol.

3. Range Rover – Menggunakan AR training untuk karyawan           

augmented reality manufaktur
Source: Sutter Builders

Range Rover merupakan sebuah produk mobil dari perusahaan Land Rover—perusahaan otomotif asal Inggris. Land Rover telah melakukan Kerjasama dengan Bosch dan REFLECT untuk membuat aplikasi AR yang terintegrasi untuk melakukan AR training. Tujuan utama dari kolaborasi adalah untuk melatih karyawan baru tanpa perlu membongkar dan memasang kembali bagian dashboard pada mobil.

Seperti bermain gim, karyawan hanya perlu melakukan bongkar pasang melalui iPad saja. Namun, dalam aplikasi tersebut, terlihat jelas dan akurat segala hal tentang sensor, listrik dan koneksi sehingga para pekerja bisa berinteraksi dengan setiap komponen. Dengan menggunakan AR, Land Rover telah berhasil melatih karyawan dalam waktu singkat dan menghemat biaya operasional.

4. Porsche – Menggunakan AR untuk quality control

augmented reality manufaktur
Source: Auto Wise

Perusahaan otomotif kelas atas terkenal asal Jerman ini tidak ketinggalan mulai menggunakan teknologi AR. Bahkan, Porsche juga menamainya sebagai “Porsche Production 4.0” yang menandakan keseriusan Porsche dalam mengembangkan metode dan teknologi baru. Untuk Porsche, augmented reality manufaktur digunakan sangat maksimal di bagian quality center. Porsche mendesain augmented reality sedemikian rupa hingga dapat mendeteksi akuransi dimensi, finishing permukaan mobil, dan hal-hal yang berpotensi bermasalah.

5. Caterpillar – Menggunakan AR untuk perawatan

augmented reality manufaktur
Source: Bloomberg

Caterpillar merupakan perusahaan penyedia mesin-mesin berat asal Amerika Serikat. Perusahaan ini telah menggunakan teknologi augmented reality manufaktur untuk mengerjakan tugas-tugas perawatan. Caterpillar memiliki aplikasi AR sendiri yang bekerja sebagai pembantu teknisi dalam melakukan pengecakan dan perawatan mesin.

Banyak hal yang dapat dilakukan melalui aplikasi ini, salah satunya dengan memfoto setiap langkah dari perawatan. Hal ini membantu para mekanik untuk melakukan perawatan mesin dengan lebih cepat dan mengurangi kesalahan-kesalahan yang kemungkinan bisa terjadi.

Ternyata, selain untuk merakit dan perawatan sebuah mesin, augmented reality di industri manufaktur juga dapat berperan untuk melakukan desain 3D serta melatih karyawan.

Banyak kegunaan augmented reality yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan manufaktur. Selain manfaatnya, teknologi ini tetap memiliki kekurangan yang perlu diketahui. Artikelnya pernah dibahas di blog sini. Apakah Anda tertarik menggunakan augmented reality manufaktur untuk perusahaan Anda? Konsultasikan dengan kami segera!

Sumber Artikel: Interesting Engineering Manufacturing.net

[Ditulis oleh Toska Dhia A.]

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda

Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda.

Write a Comment ...

Konsultasi Gratis, untuk Anda

Beragam fitur Virtual dan Augmented Reality telah kami sediakan untuk berbagai tujuan dan kebutuhan. Ketahui mana yang terbaik untuk anda secara cuma-cuma.