Program K3 merupakan salah satu hal wajib untuk dilakukan sebuah perusahaan setelah merekrut karyawan baru. Tujuan program K3 adalah agar karyawan baru memiliki gambaran atau bayangan terhadap perusahaan baru tempat ia bekerja, terlebih dari sisi keamanan bekerja. Untuk itu, setiap perusahaan wajib melaksanakan program K3 dan setiap karyawan baru wajib mengikuti program tersebut. Cerita tentang safety induction di Manufaktur sudah sempat dibahas disini.

Safety induction atau program K3 konvensional memiliki banyak rangkaian kegiatan yang dapat memakan waktu beberapa bulan untuk seorang karyawan baru. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk pelaksanaan program K3 juga tidak murah, karena perusahaan harus menyediakan bahan-bahan baru jika karyawan tidak sengajar melakukan kesalahan dan terpaksa harus membuang sebuah bahan. Kedua hal ini tentu memberatkan bagi perusahaan, bukan?

Untungnya, karena perkembangan teknologi yang begitu pesat, ada dua teknologi baru yang dapat membantu mempercepat dan mempermurah pelaksaan program K3 ini. Dengan bantuan teknologi VR dan AR, perusahaan dapat melaksanakan program K3 dengan pelatihan virtual reality dan augmented reality. Karena kedua pelatihan ini menggunakan teknologi terbaru, maka tentu saja pelaksanaan program K3 akan jauh lebih cepat ketimbang program K3 konvensional. Kira-kira, apa itu virtual reality dan augmented reality?

Merujuk namanya, virtual reality adalah sebuah teknologi yang dapat membawa seseorang ke dalam dunia virtual. Orang ini hanya perlu memakai headset serta konsol VR. Dengan menggunakan kedua alat tersebut, seseorang dapat langsung memasuki dunia virtual.

Untuk pelatihan program K3 dengan VR training, karyawan baru dapat memasuki sebuah area virtual dimana ia akan bekerja. Dalam area virtual tersebut, karyawan baru dapat menjelajahi dan mempelajari masing-masing kegunaan dari setiap benda yang ada di tempat tersebut. Hal ini dapat mempermudah pelatihan program K3 karena karyawan dapat mempelajari sendiri banyak hal tentang pekerjaan yang akan ia lakukan.

Selain VR training, ada juga AR training. AR merupakan kependekan dari augmented reality, yang merupakan teknologi dimana seseorang dapat mengubah suatu hal di dunia nyata dengan menggunakan suatu aplikasi. Namun, perubahan ini hanya dapat dilihat melalui layar saja, bukan langsung berubah di dunia nyata dalam sekejap.

Dengan melakukan AR training, karyawan baru dapat melakukan perubahan seperti merakit suatu produk. Layaknya bermain gim, karyawan akan diberikan instruksi tentang apa saja hal yang perlu ia kerjakan. Karena itu, karyawan akan merasa lebih mudah dalam memahami apa yang perlu ia lakukan.

Melaksanakan pelatihan program K3 dengan VR training dan AR training tentu memiliki banyak keuntungan seperti lebih aman dan lebih murah. Tak hanya itu, karyawan baru pun juga dapat melakukan training mandiri jika dirasa masih belum begitu paham dengan apa yang diajarkan. Karyawan dapat langsung memakai VR headset dan kosol, lalu lanjut melakukan training mandiri.

Karena penggabungan anatara program K3 dengan virtual reality dan augmented reality, maka telah dihasilkan 7 inspirasi dan inovasi baru untuk pelatihan program K3. Apa saja, ya? Berikut contoh program inovasi K3.

1. VR Training Untuk Menambah Pengalaman

Source: Campaign Live
program k3 vr training

Virtual reality dapat digunakan untuk menjelajahi berbagai area virtual. Dari berbagai area tersebut, dapat dirancang berbagai kondisi. Contohnya kondisi ketika para pekerja sedang merakit produk atau juga bisa dalam kondisi sedang memperbaiki mesin.

Banyak hal berbeda yang dapat dipelajari karyawan setelah masuk ke dalam kondisi-kondisi tersebut. Dengan mengalaminya secara langsung, karyawan baru akan dengan cepat mengerti apa saja yang harus dilakukan dalam pekerjaan dan kondisi seperti itu.

2. Perancangan Aplikasi Untuk AR Training

Source: World edu
program k3 training

Selain menjelajahi dunia virtual, perusahaan dapat menggunakan AR training agar karyawan dapat melakukan kegiatan atau interaksi di dalam dunia virtual. Aplikasi pun juga dapat dirancang sesuai kebutuhan perusahaan. Aplikasi dapat dirancang seolah-olah seperti gim yang mana akan memberikan instruksi kepada karyawan tentang apa saja yang harus dilakukan.

Dengan begini, karyawan akan melakukan simulasi kerja, sehingga ia tahu apa saja yang harus dilakukan ketika benar-benar sedang bekerja. Karyawan juga bisa ditugaskan untuk melakukan presentasi agar karyawan lain dapat mengenal dirinya lebih dalam.

3. Program K3 Untuk Industri Makanan

Source: Alfa Filter
program k3 food n beverages

VR dan AR training dapat digunakan untuk industri makanan. Karyawan baru dapat mempelajari lebih dalam mengenai bahan makanan dari produk yang ia pegang. Karyawan dapat menjelajah sendiri seluk beluk dari bahan suatu produk sehingga karyawan dapat mengerti secara dalam. Selain tentang bahan makanan, karyawan juga dapat mempelajari perkembangan dari prdouk makanan tersebut serta cara pengemasannya.

4. Manufaktur Komponen Elektroknik Akan Semakin Berkembang dan Berinovasi

Source: TM One
program k3 mesin

Untuk perusahaan manufaktur komponen elektronik, teknologi AR sangat dibutuhkan. Karyawan baru hanya perlu mengarahkan kamera kepada komponen yang dituju dan info mengenai komponen tersebut akan langsung tampil di layar. Ini akan mempercepat kinerja karyawan dalam memahami setiap komponen serta akan memudahkan karyawan untuk mengembangkan dan melakukan inovasi terhadap suatu produk.

5. Industri Konstruksi dan Jasa Semakin Berkembang

Source: Construction Plus Asia
program k3 perkantoran

Karyawan baru yang bekerja di industri konstruksi and jasa akan merasakan kemudahan ketika mendapatkan pelatihan VR dan AR. Pasalnya, karyawan dapat berlatih secara virtual dengan menggunakan headset VR. Salah satu poin plusnya, karyawan baru tidak akan merasa tertekan karena ia tidak perlu khawatir akan merusak barang dan harus menggantinya. Dengan melakukan pelatihan ini, karyawan juga dapat turun langsung ke lapangan, hanya saja di dalam dunia virtual.

6. Perkembangan Pada Produsen Kimia

Industri kimia merupakan salah satu industri yang berbahaya karena bahan kimia dapat membuat hasil yang berbeda-beda. Selain itu, banyak juga kejadian dimana seorang pekerja mengalami kecelakaan akibat bahan kimia. Dengan melakukan training VR dan AR, karyawan dan perusahaan tidak perlu takut lagi atas keselamatan para karyawan.

Program K3

Hal ini dikarenakan semuanya dilakukan secara virtual. Selain itu dengan cara virtual, karyawan juga dapat mudah mengembangkan produk-produk yang dijual karena tidak pelu takut dengan reaksi dari bahan-bahan kimia.

7. Perkembangan Industri Konglomerat

Source: Catalyst For Business
program k3 kantor

Di India, virtual reality telah digunakan untuk melakukan program K3 dan telah membuahkan hasil. Perusahaan konglomerat berhasil mengedukasi karyawan mengenai sejarah dan rencana-rencana dari perusahaan konglomerat tersebut. Baca juga inovasi teknologi lainnya disini.

Dalam melakukan edukasi, perusahaan di India menggunakan teknologi virtual reality agar memudahkan karyawan baru untuk dapat mengerti. Fungsi menjelaskan tentang sejarah adalah agar karyawan mengerti keinginan dari pelanggan.

Ternyata, safety induction tidak efektif karena menghabiskan biaya dan membutuhkan waktu lama. Lihat kasus keberhasilan Toyota dan Telkom dalam melakukan simulasi VR untuk program K3 mereka,  yang bisa dibaca lebih lengkap di Menu Usecase website smarteye.id. Konsultasikan pada Smarteye tanpa dipungut biaya ke Whatsapp 0811 8982 11.

Sumber Artikel: eLearning Industry

[Ditulis oleh Toska Dhia A.]

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda

Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda.

Write a Comment

Konsultasi Gratis, untuk Anda

Beragam fitur Virtual dan Augmented Reality telah kami sediakan untuk berbagai tujuan dan kebutuhan. Ketahui mana yang terbaik untuk anda secara cuma-cuma.