Program K3 yang merupakan singkatan dari program keselamatan dan Kesehatan kerja, sangat penting untuk dilakukan oleh berbagai perusahaan di industri manapun. Di setiap industri, perusahaan wajib menjamin keselamatan dan Kesehatan kerja karyawan. Seperti apa ya program K3?

Seperti singkatan dari Namanya, program K3 mengusung keselamatan dan Kesehatan kerja bagi karyawannya. Biasanya perusahaan akan melakukan safety induction dalam pelatihan karyawan baru, sehingga karyawan tersebut mengetahui seluk beluk pekerjaannya sebelum mulai bekerja.

Dibawah ini akan menjelaskan 7 kunci keberhasilan yang diulas dari artikel Mindtools.

Untuk menerapkan program K3, ada empat checklist yang harus dipersiapkan sehingga perusahaan tidak akan lupa apa saja yang akan dikerjakan. Keempat checklist tersebut adalah persiapan sebelum pelatihan, hari pertama pelatihan program K3, evaluasi pelatihan di akhir minggu, dan evaluasi pelatihan di akhir bulan.

1. Persiapan Pelatihan

program k3 workteam
Source: Terpennes & Testing Magazine

Sebelum melakukan pelatihan, lebih baik perusahaan melakukan persiapan terlebih dahulu. Perusahaan dapat membuat checklist apa saja yang perlu diketahui dari seorang karyawan baru. Pastikan checklist tersebut berisi hal-hal dasar yang penting untuk diketahui perusahaan.

2. Memastikan Semua Hal Telah Dipersiapkan

program k3
Source: Dynamic Movers NYC

Beberapa hal penting tersebut adalah mengetahui skill dari karyawan baru, apa yang harus diketahui karyawan baru, apa saja peraturan di dalam perusahaan, dan memastikan bahwa semua yang ia butuhkan sudah terpenuhi (seperti meja kerja, komputer, dll). Keempat hal ini dapat membuat karyawan baru menjadi nyaman akan keadaan barunya. Selain itu, perusahaan juga dapat mengetahui seberapa jauh skill karyawan tersebut sehingga perusahaan akan tahu apa yang harus diharapkan dari karyawan ini.

3. Hari Pertama Pelatihan Program K3

tips keberhasilan program k3
Source: FOD Control Corporation

Pada hari pertama bekerja, pasti karyawan baru akan merasa canggung karena semua hal tentang perusahaan tersebut terasa asing baginya. Untuk mengatasi rasa itu, mentor lebih baik mengajak karyawan untuk berkeliling kantor dan mengenalkan karyawan baru kepada karyawan-karyawan lainnya sehingga ia akan dikenal. Ajak karyawan baru tersebut untuk memperkenalkan diri di hadapan karyawan lainnya.

4. Administrasi Karyawan

pelatihan safety induction
Source: Computer World

Mentor juga perlu memberi tahu administrasi penting seperti cara mengakses komputer, memberi kartu tanda pengenal, memberi fasilitas parkir (jika ada), dll. Dengan begini, karyawan baru akan dengan mudah menjalankan aktivitasnya keesokan hari, tanpa memerlukan bantuan lagi untuk hal-hal dasar.

Selain itu, mentor perlu menginfokan seputar perusahaan seperti visi, misi, dan budaya di perusahaan tersebut. Memberi tahu budaya di suatu perusahaan sangat penting untuk diperkenalkan di pelatihan program K3 untuk menghindari karyawan dari membuat masalah besar di beberapa hari pertamanya bekerja.

5. Evaluasi Pelatihan Program K3 di Akhir Minggu

evaluasi k3 program
Source: ODI

Setelah satu minggu melaksanakan pelatihan program K3, perusahaan harus melakukan evaluasi terhadap karyawan tersebut. Kemungkinan karyawan baru masih merasa sulit untuk beradaptasi di lingkungan baru, jadi lebih baik mentor menanyakan tentang hal tersebut. Jangan lupa untuk memastikan karyawan baru tersebut sudah mengerti apa yang harus dikerjakan di kantor.

Selain itu, ada kemungkinan besar bahwa karyawan baru belum bertemu dengan beberapa orang di perusahaan tersebut di hari pertama karena ada beberapa karyawan yang sedang cuti atau bekerja di luar kantor. Mentor bisa mengajak karyawan untuk berkenalan dengan karyawan yang belum ia temui di hari pertama.

6. Evaluasi Pelatihan di Akhir Bulan

checklist program k3
Source: eLearning Industry

Ketika akhir bulan tiba, waktunya mentor melakukan evaluasi dari pelatihan program K3. Pastikan selama satu bulan pelatihan karyawan baru sudah mengerjakan apa yang harus ia kerjakan. Tak lupa juga mentor mengevaluasi hasil pekerjaannya selama satu bulan. Sertakan feedback agar karyawan bar u terus berkembang.

7. Karyawan Mengutarakan Pendapat

safety induction
Source: The Chronicle of Higher Education

Tak hanya mengevaluasi kinerja karyawan dan memberikan feedback, karyawan baru juga dapat mengutarakan pendapatnya tentang perusahaan. Jika karyawan memberikan saran yang bagus untuk kemajuan perusahaan, mentor dapat menimbang sarannya. Dengan begini, karyawan dan perusahaan dapat bekerjasama untuk membangun perusahaan.

Jika membicarakan pelatihan program K3, tentu keselamatan pekerja tak luput dari program K3 tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, ada dua teknologi baru yang dapat membantu program k3 lebih aman dibanding pelatihan program K3 konvensional. Pelatihan dengan dua teknologi tersebut adalah pelatihan virtual reality atau VR dan pelatihan augmented reality atau AR. Kira-kira, apa ya kedua teknologi ini dan bagaimana pelatihannya?

Virtual reality adalah sebuah teknologi yang dapat membawa seseorang ke dalam dunia virtual. Seseorang hanya perlu memakai VR headset dan konsol VR, maka ia akan dapat masuk ke dalam dunia virtual. Di dalam dunia virtual tersebut, seseorang akan menjelajah seakan-akan ia memang sedang ada di dunia tersebut.

Contohnya, untuk VR training karyawan. Karyawan baru hanya perlu pergi ke suatu ruangan kosong lalu memakai headset VR. Di dalam dunia virtual, ia ditempatkan di suatu area pembangunan dengan alat-alat berat. Topik ini pernah dibahas di artikel sini.

Karyawan tersebut dapat menjelajahi tempat tersebut dan mempelajari tentang alat-alat berat serta kondisi di area tersebut. Dengan begini, karyawan baru dapat mempelajari hal-hal baru tanpa khawatir akan keselamatan dirinya dari alat-alat berat di suatu pembangunan.

Selain VR training, ada juga AR training. AR training menggunakan teknologi augmented reality sebagai pelatihan program K3. Augmented reality adalah sebuah teknologi yang dapat mengubah suatu hal di dunia nyata, namun perubahan ini hanya dapat terlihat melalui sebuah layar.

Banyak perusahaan yang telah menggunakan AR training sebagai alat untuk melakukan pelatihan program K3. Perusahaan-perusahaan ini kebanyakan menggunakan AR training untuk pelatihan merakit suatu produk. AR training dapat melatih karyawan apa saja yang harus dilakukan dengan memberi isyarat.

Dengan melakukan AR training, karyawan tidak perlu khawatir akan terjadi kecelakaan karena semuanya dilakukan secara virtual. Selain itu, jika seorang karyawan melakukan kesalahan, perusahaan tidak akan mengalami kerugian material karena benda yang digunakan merupakan benda virtual. Maka dari itu, perusahaan juga dapat melakukan penghematan untuk biaya pelatihan program K3.

Di Indonesia, Telkom melakukan inovasi pelatihan VR pada teknisi yang lakukan instalasi kabel fiber optik. Biasanya waktu 1 bulan tidak cukup, tetapi dengan VR, mereka bisa memutar training ini berulang-ulang dan memahami kondisi real lapangan.

Bisa baca lebih lengkap di Menu Usecase website smarteye.id. Konsultasikan program K3 Anda kepada Smarteye tanpa dipungut biaya ke Whatsapp 0811 8982 11.

Sumber Artikel: Mind Tools

[Ditulis oleh Toska Dhia A.]

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda

Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda.

Write a Comment

Konsultasi Gratis, untuk Anda

Beragam fitur Virtual dan Augmented Reality telah kami sediakan untuk berbagai tujuan dan kebutuhan. Ketahui mana yang terbaik untuk anda secara cuma-cuma.