Telusuri dan Ketahui Virtual Tourism Lebih Dalam!

Telusuri dan Ketahui Virtual Tourism Lebih Dalam!

Jasa virtual tour semakin dicari banyak orang. Hal ini wajar, mengingat wabah COVID-19 yang masih menyerang dunia, meskipun sudah lebih bisa dikontrol. 

Pandemi membuat setiap manusia harus lebih kreatif dan memutar otak karena berbagai perubahan yang terjadi.  Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang paling terkena dampak dari pandemi ini, maka itu banyak bermunculan jasa virtual tour.

Virtual Tour, Pilihan Hiburan Menarik untuk Kamu

Seperti namanya, Virtual tour merupakan tur yang dilakukan secara virtual. Layaknya tur biasa, seorang tour guide asli atau aplikasi akan membawa pengunjung untuk menjelajahi suatu tempat serta mempelajari sejarah atau informasi dari tempat tersebut. 

Industri virtual tourism sendiri banyak digemari karena pengguna bisa mengunjungi berbagai tempat wisata langsung secara virtual, hanya melalui perangkat tambahan. Apa saja faktor-faktor menarik dari tren baru ini, ya? 

Baca juga: Wisata Aman dengan VR!

Dapat dipandu Tour Guide

virtual tour dengan tour guide
Source: Mary’s Meanders

Sempat masuk ke dalam beberapa website dan TV berita beberapa bulan yang lalu, virtual tour bersama tour guide cukup terkenal di berbagai media sosial. Tour guide yang terkena dampak pandemi mencoba peruntungan lain dengan membawa peserta mengikuti tour melalui aplikasi Zoom dan Google Maps. Bagaimana sistemnya?

Pengunjung atau peserta yang akan mengikuti perjalanan virtual harus mendaftar serta membayar biaya yang ditetapkan oleh tour guide. Setelah mendaftar dan membayar, peserta akan diberikan link Zoom dari tour guide yang dapat diakses pada hari ‘keberangkatan’. Pada hari tour, peserta hanya perlu duduk di rumah dan menikmati jalan-jalan virtual bersama tour guide.

Walau terkesan mudah, ternyata banyak juga lho yang disiapkan oleh tour guide. Tak hanya mempelajari sejarah suatu tempat dan menunjukannya kepada peserta melalui Google Maps, namun tour guide harus mempersiapkan Powerpoint yang bagus. Ini dilakukan agar menarik peserta yang mengikuti perjalanan tersebut.

Banyak peserta yang merasa senang dengan adanya jasa tour yang berbeda seperti ini. Dikarenakan harus beraktifitas di rumah saja, tentu akan banyak yang merasa bosan dan jenuh. 

Karena itu, jasa tour ini merupakan angin segar bagi yang sudah bosan di rumah. Bahkan, ada juga peserta yang merasa ia benar-benar sedang melakukan tour sungguhan.

Tur Mandiri

virtual tour mandiri
Source: Derby Museum

Masih disebabkan oleh pandemi, banyak sekali tempat wisata seperti museum yang terpaksa ditutup demi memutus tali penyebaran virus. Oleh sebab itu, museum mengalami banyak kerugian karena tidak mendapat pemasukan sama sekali.

Untuk mengatasi masalah ini, banyak museum di seluruh dunia yang mulai masuk ke dalam industri virtual tourism. Tour ini dibuat pada sebuah website khusus sehingga bisa diakses di seluruh dunia. Di dalam website tersebut, akan tersedia virtual tour untuk menjelajahi museum dengan tampilan 3D. 

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai barang yang ada di museum. Beberapa museum juga menyisipkan fitur interaktif agar pengunjung bisa interaksi dan merasa berada di museum langsung. 

Beberapa contoh fitur interaktif yang tersedia adalah tombol informasi yang dapat memberikan informasi singkat mengenai barang dalam bentuk teks. Ada juga fitur Voice Over yang bisa diklik pengunjung, yang dapat memberikan informasi dalam bentuk lisan saat diklik. 

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Virtual Tour

Google Arts & Culture

Google Arts & Culture merupakan sebuah website khusus buatan Google, dimana pengguna bisa mengakses berbagai museum dan tempat wisata di seluruh dunia. Di dalam website ini, kamu dapat menjelajahi tempat wisata dan museum secara gratis. 

Google Arts & Culture juga menyediakan informasi tambahan bagi kamu yang ingin tahu informasi detail terkait museum atau barang seni yang sedang kamu lihat. Sangat mendukung industri virtual tourism, bukan?

Tidak hanya melalui Google Arts & Culture, kamu juga bisa merasakan virtual tourism dengan berkunjung ke museum terkenal lainnya. Beberapa diantaranya seperti The Louvre, British Museum, dan The Vatican Museum. 

Tak hanya di luar negeri, di Indonesia pun juga ada lho tour seperti ini. Salah satu museum yang memiliki virtual tour adalah Museum Nasional yang dilengkapi dengan voice over untuk menjelaskan berbagai informasi.

virtual tourism

Bagaimana Cara Virtual Tour Bekerja?

Untuk membuat virtual tour, tentu kamu harus mencari vendor atau perusahaan yang bisa membuat teknologi ini. Perusahaan tersebut nantinya akan merancang design tour dengan menggunakan teknologi virtual reality (VR). 

Teknologi VR ini yang nantinya menghasilkan gambar panorama 360 sehingga seseorang dapat melihat dan berkeliling hanya dari layar perangkat saja. 

Bagi yang belum tahu, virtual reality adalah sebuah teknologi yang dapat membawa seseorang ke dalam dunia virtual. Di dalam dunia virtual ini, seseorang dapat menjelajahi dunia tersebut untuk melihat berbagai macam hal disana. Maka itu, virtual reality cocok bagi kamu yang ingin membuat perjalanan virtual.

Tak hanya dapat dilihat melalui layar smartphone saja, tour ini dapat diakses melalui Headset Oculus juga. Dengan memakai Headset Oculus VR, maka seseorang akan benar-benar berada di dalam dunia virtual tersebut. Tentu saja ini akan sangat cocok untuk bisnis Anda agar menarik perhatian orang.


Tertarik untuk buat virtual tour kamu sendiri? smarteye.id bisa bantu kamu! Smarteye.id merupakan salah satu perusahaan VR dan AR terbaik di Indonesia. 

Merupakan bagian dari Telkom Indonesia, smarteye.id telah melayani berbagai klien besar mulai dari Astra Internasional, Pertamina, Wahana Visi Indonesia, dan lain sebagainya. Tenang, kamu bisa konsultasi gratis dengan tim kami juga, loh!

Tunggu apa lagi? Yuk, hubungi dan buat virtual tour mu sekarang juga!

Telusuri dan Ketahui Virtual Tourism Lebih Dalam!

Asri Amanta

I swear Shinji and Kaworu are meant to be for life. The one behind all of smarteye.id's digital and content marketing strategy.