Peran Augmented Reality dalam Retail, Nikmati Pengalaman Belanja yang Menyenangkan!

Industri retail makin berkembang dari waktu ke waktu, terlihat dari bertambahnya jumlah toko online yang saling bersaing. Anda pasti pernah merasakan betapa praktis dan efisien mencari produk di toko online, bukan? Kemajuan ini berimbas pada pengalaman berbelanja.
Disadari atau tidak, toko online telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja. Dari sinilah, sejumlah pengembang augmented reality tak mau ketinggalan ‘berkolaborasi’ dengan industri retail.

Augmented Reality dalam retail _ Smarteye(dot)id _ pexels(dot)com
AR dalam Retail. Credits to Pexels.com

Industri retail makin berkembang dari waktu ke waktu, terlihat dari bertambahnya jumlah toko online yang saling bersaing. Anda pasti pernah merasakan betapa praktis dan efisien mencari produk di toko online, bukan? Kemajuan ini berimbas pada pengalaman berbelanja.
Disadari atau tidak, toko online telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja. Dari sinilah, sejumlah pengembang augmented reality tak mau ketinggalan ‘berkolaborasi’ dengan industri retail.

Perubahan tersebut didukung pula oleh munculnya ARKit dan ARCore, yang dianggap masa depan. Bahkan, statistik Digital Bridge UK menyimpulkan bahwa 75% konsumen berharap adanya pengalaman menggunakan augmented dalam retail. Salah satunya, supaya bisa mencoba-coba produk terlebih dahulu sebelum membeli.

Sejumlah brand besar di dunia sudah membuktikan pengaruh augmented reality terhadap perilaku berbelanja, loh. Mari simak apa saja yang sudah dilakukan oleh terobosan augmented reality dalam retail berikut ini.

 

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda
Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda

1. Coba Sepatu Sebelum Membeli

Peran augmented reality dalam retail yang pertama datang dari item favorit semua kalangan: sepatu. Membeli sepatu membutuhkan waktu luang untuk mencoba-coba sebelum benar-benar dibeli. Jika Anda punya waktu yang dibutuhkan, silakan saja. Namun, bagi Anda yang cenderung tak mau ribet, beli sepatu online pun dilakoni. Sayangnya, kita tak tahu pasti apakah sepatu dalam katalog toko online sebagus itu di kaki kita.

AR Retail_smarteye(dot)id_youtube(dot)id
credits to YouTube Engine Creative

Brand Lacoste mencoba membuat solusi, melalui aplikasi LCST Lacoste AR, yang memungkinkan konsumen mencoba dahulu sepatu yang mau dibeli. Sejak peluncurannya pada 2014 saja, 30.000 pengguna sudah berinteraksi dengan aplikasi ini. Wah, surga banget untuk pecinta sepatu, ya.

 

2. Tata Furnitur Rumah dalam 3D Interactive

AR Retail_shopify_smarteye(dot)id_youtube(dot)com
credits to YouTube Shopify

 

Seringkali, sekalipun barang yang dibeli langsung dari toko tak cukup memastikan seperti apa tampak produk itu di rumah pembeli. Bukan sekali-dua kali kita mendengar, atau malah mengalami sendiri, barang yang dibeli ternyata tidak cocok dengan isi rumah. Entah kurang matching dengan warna furnitur, entah tidak senada dengan gaya interior rumah. Di sinilah augmented reality dalam retail interior berperan.

Nah, dengan aplikasi AR, pembeli bisa menghindari kesalahan sebelum checkout. Magnolia Market bekerja sama dengan tim AR Shopify untuk menciptakan aplikasi yang menjawab solusi permasalahan tersebut.

Sekonsep dengan 3D interactive VR yang membuat Anda bisa menjelajahi calon rumah baru. Singkatnya, calon pembeli furnitur di Magnolia Market bisa meletakkan furnitur incaran di dalam rumah mereka hanya dengan bantuan aplikasi augmented reality. Jadi, merek bisa langsung tahu apakah furnitur itu ‘masuk’ dengan furnitur lainnya.

 

3. Virtual Fitting Room, Cermin AR untuk Mengepas Baju

Sewajib apa bagi Anda mengepas baju terlebih dahulu? Jika beli di department store, mungkin saja jawabannya ‘wajib.’ Namun, bagaimana jika Anda beli dari retail online?

Augmented Reality dalam retail_smarteye(dot)id_credits to YouTube
Credits to YouTube ARDOORMoscow via Hubspot

Di Topshop, brand retail ternama UK, konsumen bisa mencoba pakaian di muka cermin augmented reality. Topshop menggarap aplikasi bersama AR Door dan teknologi Kinect untuk ‘membaca’ gerakan mengandalkan kamera AR Door sementara konsumen mengepas baju yang mau dibeli. Jadi, meminimalisir kekecewaan yang muncul sesaat pakaian telanjur dibeli.

 

4. Sepatu ‘Mengapung’ pada Relaunch Airwalk Jim

Brand sepatu Airwalk juga memanfaatkan kecanggihan AR dan geolocation untuk menciptakan toko pop-up “tak terlihat” dalam rangka promosi seri limited-edition, Airwalk Jim.

Augmented Reality dalam Retail_Smarteye(dot)id_credits to hubspot
Credits to HubSpot

Jika konsumen tertarik membeli, mereka harus mengunduh aplikasi Airwalk dan mengakses lokasi toko pop-up virtual yang ditentukan.

Pada terobosan ini, augmented reality dalam retail tidak berhenti sampai kesuksesan finansial saja. Hasilnya, tak hanya laku keras, melainkan juga membangkitkan brand awareness.

 

5. Taman Bermain Digital untuk Anak-Anak

Toko mainan anak sekelas Toys “R” Us pun ternyata memanfaatkan peluang AR ke dalam aplikasi Play Chaser.

 

Augmented Reality dalam Retail_Smarteye(dot)id_YouTube Toys “R” Us
Credits to YouTube Toys “R” Us

Agar anak-anak bisa ‘bermain’ dengan taman augmented reality ini, harus unduh dahulu aplikasi ke perangkat mobile. Ada sejumlah aktivitas AR yang bisa di-unlock anak ketika mengoperasikan Play Chaser.

Inisiatif ini disambut hangat oleh lebih dari 100.000 pengguna mobile yang sudah unduh aplikasi Play Chaser.

 

Augmented Reality dalam Retail Indonesia

Di negara kita sendiri, augmented reality dalam retail kian menjajal pasar potensial. Adapun perusahaan AR Group, terdiri dari unit AR&Co, DAV, dan MindStores, mencoba memperkenalkan AR ke konsumen retail dengan cara menggandeng toko Alfamart.

Atas nama AlfaMind, unit perusahaan MindStores menghadirkan toko virtual yang memungkinkan seseorang menjadi pemilik toko, hanya modal awal sekitar Rp1 juta. Menurut data Oktober 2018 MindStores, ada 26.400 pemilik toko Alfamind yang terdaftar.

Sementara itu, unit perusahaan DAV menawarkan solusi di mana konsumen bisa berinteraksi langsung untuk mengetahui informasi keunggulan produk yang dipasarkan di minimarket atau toko retail. Caranya, calon pembeli mendekatkan produk yang ingin dicari tahu ke monitor 5 inci sehingga men-start program interaktif. Melalui inovasi ini, diharapkan calon pembeli mengenal produk baru secara efektif.

Bagaimana kelanjutan AR dalam retail di Indonesia? Kita tunggu saja terobosan AR nanti. Mungkin saja sepopuler kamera 360 yang sudah menambah fitur virtual reality.

 

(Ditulis oleh Novrisa W. Wulandari)

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *