Bahaya Virtual Reality untuk Anak-Anak yang Harus Kamu Ketahui!

Bahaya Virtual Reality untuk Anak-Anak yang Harus Kamu Ketahui!

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa virtual reality (VR) dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan banyaknya kemudahan yang ada, akses terkait inovasi ini semakin mudah di masyarakat. Orang dewasa hingga anak-anak dapat memanfaatkan VR sebagai platform bisnis, edukasi, hingga hiburan. Meski memiliki banyak keuntungan, tak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa kekhawatiran dalam menggunakan teknologi ini, terlebih pada anak-anak ya.

Artikel ini akan membahas bahaya virtual reality untuk anak yang perlu kamu ketahui. Simak selengkapnya untuk himbau risiko yang tidak diinginkan terhadap si kecil! 

Lihat juga: “VR Experience Terbaik yang Bisa Kamu Coba!

Bahaya Virtual Reality pada Anak dan Remaja 

Facebook yang kini lebih dikenal dengan sebutan Meta memiliki platform metaverse berbasis realitas virtual. Ada beberapa kekhawatiran yang muncul dengan hadirnya teknologi ini. Sebuah organisasi nirlaba yang menawarkan hiburan keluarga dan rekomendasi teknologi, Common Sense Media, merilis laporan yang menunjukkan cepatnya perkembangan Meta untuk standar pengamanan yang ada saat ini. Tak dapat dipungkiri bahwa anak jaman sekarang semakin melek teknologi dan bisa dengan mudah mempelajari informasi baru.

Dikutip dari Today.com, Jim Steyer selaku advokat anak-anak dan pengacara hak sipil mengatakan kepada Kate Snow dari NBC bahwa anak-anak dapat terpapar konten negatif di metaverse. Konten tersebut termasuk materi seksual dan kekerasan tanpa sepengetahuan orang dewasa. Hal ini mungkin terjadi karena anak-anak kini lebih terbiasa dengan teknologi terbaru, bahkan lebih dari orang dewasa sendiri.

Organisasi Common Sense Media juga merujuk pada laporan berjudul “Kids and the Metaverse” yang merinci sejumlah bahaya virtual reality bagi anak-anak yang menggunakan teknologi Meta. Diantara bahaya tersebut adalah konten seksual dan bahasa kasar, privasi data pengguna termasuk gerakan mata dan sistem pengenalan wajah. Beberapa risiko psikologis juga mungkin muncul seperti kecanduan, peningkatan perilaku agresif, dan terisolasi dari kenyataan.

Upaya Meta Terkait Bahaya Virtual Reality 

Kate Snow dari NBC turut mencoba inovasi virtual reality Meta, lengkap dengan bantuan perangkat headset. Ia membuat avatar dan memasuki metaverse bersama dengan Jeff Haynes, selaku editor senior dari Common Sense. Snow mencoba aplikasi Horizon Worlds yang dibuat untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas. Menariknya, Snow bertemu dengan pengguna lain bernama Max yang baru berusia 13 tahun. Tidak diketahui bagaimana cara Max masuk ke dalam aplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa tak jarang anak-anak menggunakan headset VR untuk orang dewasa ya.

Selama perjumpaan Snow dengan Max, ada moderator virtual yang bertugas memastikan dunia virtual ini tetap aman. Apabila ada pengguna yang mengatakan perkataan kasar dan diskriminatif, moderator akan mengeluarkannya dari sistem. 

Bahaya Virtual Reality Meta
Foto oleh UploadVR

Selaku juru bicara Meta, Joe Osborne menyatakan kepada NBC dan TODAY Parents bahwa Meta ingin penggunanya memiliki pengalaman yang terbaik. Pengguna dapat dengan mudah menemukan fitur bantuan saat pelanggaran aturan ditemukan sehingga hal ini dapat ditindaklanjuti. Ia mengatakan bahwa perangkat VR Quest sendiri didesain untuk anak usia 13 tahun ke atas. Bahkan, beberapa pengalaman dapat diakses oleh anak usia 18 tahun ke atas. Perangkat Quest juga akan dilengkapi dengan fitur parental supervision yang dapat memudahkan orang tua serta wali dalam memastikan keamanan anak dan remaja dalam dunia virtual.


Itulah gambaran risiko bahaya virtual reality terhadap anak di bawah umur dan remaja. Selaku orang tua dan wali, kamu tetap harus dampingi si kecil saat bermain dengan gadget, termasuk headset virtual reality. Hal ini perlu dipasitkan agar anak dapat merasakan dampak positif VR tanpa harus terpapar resiko yang tidak diinginkan. Mau tahu lebih lanjut terkait Virtual Reality dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari? Baca selengkapnya di smarteye.id!

Bahaya Virtual Reality untuk Anak-Anak yang Harus Kamu Ketahui!

Nada Syafira

Jakartans who writes in exchange for mouth-watering delicacies by weekdays. A whimsical wanders who travels by weekend.