10 Fakta Tentang Penerapan Augmented Reality di Asia

Seberapa jauh pengetahuan Anda tentang teknologi Augmented Reality? Simak 10 fakta perkembangan dan penerapan Augmented Reality di Asia berikut ini.

Augmented Reality di Asia_smarteye(dot)id
Credit: Pexels

Dalam mengenal perkembangan dan potensi Augmented reality di Indonesia, potensi AR mungkin belum semasif yang dilakukan pengembang di luar negeri. Namun, ada. Di Indonesia, augmented reality telah hadir dalam bentuk gim, contohnya gim 5DX besutan 5DX Mobile Entertainment yang dilisensi Marvel, rilis 2017. Selain itu, pecinta sepak bola juga bisa merasakan pengalaman bertanding secara AR bersama pemain lain lewat Astark, ciptaan startup game developer lokal, ASTARK dan AR&Co.

Namun, sebelum Anda menyelam lebih dalam ke dunia augmented reality, mari ketahui dulu 10 fakta augmented reality di Asia, berikut ini.

Fakta #1: Perubahan yang Cepat di Asia Pasifik

Pada era 2000-an Anda pasti ingat bagaimana PC (personal computer) mengubah perilaku konsumen menggunakan komputer. Bertahun kemudian, laptop mengambil alih. Animo yang sama kembali terulang seketika perangkat mobile seperti smartphone hadir lebih praktis daripada laptop dan PC. Bahkan, nyaris mengecilkan kebutuhan masyarakat akan kamera manual dan jam tangan di pasaran.

Teknologi augmented reality dan VR kelak akan menjadi perubahan selanjutnya melalui medium smartphone. Metode pada AR mungkin berbeda dengan VR, tapi berjalan beriringan.

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda
Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda

 

 

Fakta #2: Augmented Reality dalam Retail

EBay sudah duluan meluncurkan platform ecommerce virtual di Australia. Konsumen jadi mudah melihat-lihat produk, menyelesaikan checkout, dan membayar.

Toko-toko retail lain akan menyusul eBay dalam pemanfaatan augmented reality. Beberapa contohnya sudah kami bahas dalam artikel “Peran Augmented Reality dalam Retail, Nikmati Pengalaman Belanja yang Menyenangkan!”

Perusahaan besar seperti Dulux dan Sephora pun sudah menerapkan AR ke dalam strategi marketing mereka. Calon pembeli bisa mencoba-coba dulu katalog produk sebelum akhirnya membeli. Ini dilakukan berbasis kenyamanan konsumen dan hubungan yang saling menguntungkan, tentunya.

 

Fakta #3: Augmented Reality di Dunia Edukasi

Tantangan di dunia pendidikan sekolah terutama akan teratasi oleh AR. Bagaimana tidak, sejumlah developer aplikasi AR di dunia sudah mencecap kesuksesannya di bidang edukasi.

Contohnya, aplikasi StarWalk yang membantu siswa ataupun masyarakat umum mempelajari sistem tata surya. Objek yang hadir secara real di hadapan pengguna membantu siswa memahami pelajaran lebih baik.

 

Fakta #4: Masa Depan Tanpa Layar

Kemajuan perkembangan augmented reality di Asia akan mendorong masa depan tak berlayar. Ya, jika hanya dengan bantuan proyektor Anda sudah bisa menghadirkan objek di depan mata, Anda tak butuh lagi layar monitor untuk mengoperasikan aplikasi.

 

Fakta #5: Kegiatan Activation sebagai Medium Promosi Produk

Augmented reality di Indonesia ternyata juga sudah dinikmati oleh industri FMCG.

Beberapa bulan lalu, Anda mungkin pernah menyimak iklan Indomilk yang mempromosikan gim Asian Games bernama Indomilk Fun AR. Walaupun gim dibuat untuk mendukung Asian Games 2018, merek susu ternama ini berhasil mendongkrak promosi varian produksinya. Bahkan, disambut hangat oleh 100.000 lebih pengunduh di Google Play.

 

Fakta #6: Konten Visual yang Lebih Menghibur

Pegiat media sosial kini sudah bisa memperkaya konten feed-nya dengan bantuan AR. Tak perlu jauh-jauh, di rumah Anda sendiri bisa mencoba-coba filter augmented reality di Instagram dan Snapchat, kan? Aplikasi LINE juga mengikuti jejak filter AR yang unik ini pada fitur video call.

Adam Levine using AR video call_Augmented Reality di Asia_smarteye(dot)id Adam Levine using AR video call_Augmented Reality di Asia_smarteye(dot)id

Perkembangan teknologi AR tersebut bahkan tidak dilewatkan oleh band Maroon 5 dalam video klip “Wait”, yang didominasi wajah Adam Levine bermain-main dengan filter Snapchat.

 

Fakta #7: Gim Berbasis Augmented Reality Bermunculan

Fakta ini didahului oleh bukti kesuksesan Pokemon Go per tahun lalu. Mungkin Anda termasuk salah satu yang terkena demam Pokemon Go saat itu? Interaksi real-time memang bikin candu, ya.

Pokemon GO_Augmented Reality di Asia_smarteye(dot)id
Sumber: Pexels

Gim augmented reality di Indonesia sudah banyak bermunculan. Selain yang kami sebut di awal artikel, gim augmented reality di Asia pun bervariasi. Mulai dari gim arcade, gim sports, sampai dengan gim horor. Yang mana favorit Anda?

Sayangnya, untuk menikmati keunggulan AR pengguna mobile harus memenuhi syarat teknis minimum, semisal tingkat OS smartphone yang digunakan. Namun, jangan khawatir, seiring waktu pengembang AR pasti bisa menyusun program yang kompatibel untuk semua versi OS.

 

Fakta #8: Pengalaman Traveling yang Lebih Kaya

Google Maps_Augmented Reality di Asia _ Smarteye(dot)id
Sumber: Pexels

Asia Pasifik merupakan wilayah yang beraneka ragam, secara fisik, budaya, dan bahasa. Malah, wilayah ini menjadi tujuan traveling terbesar yang bisa dilihat dari 200 juta turis pada 2016.

Namun, keanekaragaman tersebut belum cukup didukung oleh kecepatan daya adaptasi penduduk negara APAC yang berbeda. Bayangkan apa yang terjadi saat turis negara tertib seperti Jepang bertandang ke jalanan supersibuk di Jakarta.

Rupanya, Google sadar benar dengan peluang tersebut. Melalui fitur Google Translate yang datang bersama aplikasi AR, yang mampu menerjemahkan teks cetak langsung ke dalam 27 bahasa. Fitur ini pun bisa dipakai untuk membantu turis membaca menu berbahasa asing ke dalam bahasa ibu mereka.

 

Fakta #9: Menyelamatkan Banyak Nyawa Manusia

Ipad_Augmented Reality di Asia _ Smarteye(dot)Id
Sumber: Pexels

Perkembangan augmented reality di Asia Pasifik ternyata juga merambah ke beberapa rescue agency, yakni tim penyelamat korban bencana alam. Aplikasi AR memetakan landmark populer dan relif topografik untuk menavigasi tim penyelamat di tengah medan yang sulit.

 

Fakta #10: Pasar Kaca Pintar (Smart Glass)

Smartglasses_Augmented Reality di Asia _ smarteye(dot)id _ sumber windows central
Sumber: Windows Central

Inovasi smart glass sebelumnya mungkin hanya ‘nyata’ dalam film-film futuristik, dimana aktor mengenakan kacamata untuk memperoleh informasi. Hanya dengan mengarahkan pandangan ke subjek, sejumlah informasi muncul di muka. Inilah yang juga terjadi pada teknologi AR smart glass. Dilaporkan MarketWatch, Asia Pasifik dipersiapkan untuk mengadopsi kecanggihan kacamata ini.

Guna smart glass sendiri sekilas cocok untuk kegiatan spionase. Namun, berguna juga untuk mengenali orang yang berbicara dengan Anda. Semisal, Anda belum lama bekerja di perusahaan baru dan tak hafal nama semua karyawan. Smart glass bisa membantu Anda mengingat kembali namanya hanya dengan ‘kiriman’ gambar berisi foto, nama, dan posisi orang itu.

Jika 10 fakta augmented reality di atas belum cukup menggugah Anda untuk mencoba AR, jasa augmented reality di Indonesia bisa membantu Anda mendalami kehebatan teknologi ini.

 

 

Ditulis oleh Novrisa Wulandari

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *