Masih Ingat Foto Bergerak di Film Harry Potter? Ternyata Ada Beneran di Dunia Nyata

 

Kelihatannya seru ya kalau apa yang ada di dalam dunia Harry Potter ada juga di kehidupan nyata. Masih ingat dengan koran dalam film Harry Potter yang foto-fotonya bisa bergerak? Kini, imajinasi serupa dapat terwujud berkat majalah AR (augmented reality).

Harry potter dan Majalah AR_Smarteye(dot)id
“Gambar Bergerak” dalam Film Seri Harry Potter. Sumber Giphy

Majalah National Geographic merilis majalah AR pada edisi November 2018. Sesuai headline-nya, “Building A Better Athlete”, sampul majalah NatGeo menampilkan kolam renang beserta video perenang yang bergerak lincah. Tampilannya sebegitu nyata seakan-akan ada dunia kecil di sampul majalah itu. Penasaran? Anda bisa lihat cuplikannya di post Twitter Within AR/VR.

 

 

Inovasi tersebut menjadi mungkin berkat semakin mumpuninya teknologi AR. Dipetik dari Shweiki.com, augmented reality pertama kali ditemukan oleh Ivan Sutherland pada 1978. Namun, istilah AR belum dipatenkan hingga tahun 90-an oleh Tom Caudell dan David Missel.

AR bisa diterapkan dalam banyak fungsi termasuk marketing, majalah, game, GPS, dan sebagainya. Teknologi ini kemudian berkembang sampai bisa secanggih sekarang.

Majalah AR terbitan National Geographic bukan yang pertama diterbitkan. NatGeo juga pernah menerapkan augmented reality pada 2009, mengkombinasikan geolocation dan fotografi untuk menunjukkan lokasi, konstelasi, review restoran, dan informasi kejahatan lokal.

Aplikasi AR bisa dikatakan sebagai media baru periklanan yang informatif bagi perusahaan yang menerapkannya. Penerbit tak hanya boleh membebani biaya penempatan di majalahnya, tapi juga membebani biaya kepada perusahaan yang ingin tampil dalam iklan versi AR.

Selain majalah AR NatGeo, majalah-majalah lain pun sudah menerbitkan isu tentang augmented reality. Tujuannya, meningkatkan pengalaman majalah cetak tradisional dengan bantuan web-based video atau media elektronik lainnya. Apa saja dan seperti apa bentuk teknologi AR dalam majalah cetak?

 

  1. Cover 3D Interactive: Popular Science

Majalah AR_smarteye(dot)id_credits to letzgro(dot)net

 

Pada musim panas 2010 lalu, Popular Science menampilkan cover 3D interactive yang memungkinkan pembaca login ke website PS. Pembaca cukup mengarahkan cover ke webcam, sudah langsung bisa berinteraksi dengan gambar turbin angin 3D. Hologram 3D dibuat oleh General Electric, sedangkan augmented reality-nya dibuat dengan software aplikasi web Metaio, “Unifeye Viewer”.

Menurut Business Development Manager Metaio Noora Guldemond, “Kami merumuskan algoritma yang menganalisis gambar dan identifikasi fitur-fitur unik, seperti sudut, pinggiran, highlight, dan lain-lain, dalam gambar tersebut.”

 

  1. 2D Barcode dan Artikel Interaktif: Esquire

Contoh majalah yang menggunakan teknologi AR_smarteye(dot)id_credits to esquire magazine
Esquire adalah salah satu majalah yang pernah mengeluarkan edisi dengan teknologi Augmented Reality.

Esquire juga unjuk gigi dengan 2D barcode di sampul majalah edisi Desember 2009. Di bagian dalam majalah, ada empat artikel berisi video interaktif yang bisa diaktifkan menggunakan webcam. Bagaimana itu semua memungkinkan? Dikutip dari laman Esquire.com, ada 8 tahap dalam pembuatan majalah AR edisi ini.

 

Tahap 1: Brainstorming.

Tahap 2: Filming.

Pada tahap ini, majalah bekerja sama dengan studio foto animasi Psyop untuk memotret dengan beragam teknik.

Tahap 3: Animating.

Psyop menggunakan animasi frame-by-frame di atas footage yang diedit, hanya dengan tambahan depth perception built-in.

Tahap 4: 3D-ing.

Psyop mengkombinasikan digital video dan animasi menjadi sepaket efek dengan software Maya 3D agar bisa berinteraksi dengan webcam pembaca.

Tahap 5: Coding.

Keterbatasan kapabilitas Flash web-based tak menghalangi tim membuat aplikasi custom-coded C++ agar kecerdasan AR terlihat.

Tahap 6: Augmenting.

Pada tahap ini, tim merancang algoritma untuk memunculkan adegan.

 

Tahap 7: Reading.

Algoritma di atas akan ‘menipu’ webcam agar membaca gerakan gambar yang sudah direkam.

Tahap 8: Interacting.

Pada tahap ini, pembaca bisa melihat Robert Downey, Jr. (model majalah edisi AR) berjalan, berbicara, bernyanyi, dan disusul adegan lainnya.

Majalah AR Esquire_Smarteye(dot)id_esquire
Contoh majalah Esquire dengan edisi Robert Dawney Jr. yang dapat “bernyanyi”.

 

 

  1. Iklan Augmented Reality Edisi Liburan: InStyle

Demikian pun majalah InStyle, menjahit teknologi augmented reality dan periklanan untuk edisi holiday gift guide Desember dalam bentuk 3D. Inisiatif bernama “Gifting in 3D” ini menampilkan kotak hadiah 3D yang muncul di layar komputer pembaca ketika login online dan mengarahkan section “Gifting in 3D” ke webcam. Kotak akan ‘membuka’ konten branded video dari lusinan pengiklan. Pun ada fitur penawaran undian dan fungsi “click-to-buy”. Benar-benar fitur yang bukan hanya entertaining, melainkan juga engaging.

 

  1. Suasana Perang dalam 3D Interactive: Future US

Majalah AR gaming pernah diterbitkan oleh Future US, tepatnya bulan Desember 2009. Future US merilis edisi “Official Xbox Magazine and Playstation: The Official Magazine”, yang menampilkan advertising campaign yang menampilkan suasana perang dalam 3D interactive.

 

Wah, ternyata banyak juga majalah AR Interactive yang pernah diterbitkan. Kira-kira kapan ya majalah AR diterbitkan juga oleh majalah di Indonesia?

 

(Ditulis oleh Novrisa W. Wulandari)

 

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *