logo

Pengertian, Contoh, dan Manfaat Teknologi Pangan yang Perlu Kamu Ketahui

Pengertian, Contoh, dan Manfaat Teknologi Pangan yang Perlu Kamu Ketahui

Teknologi dan peralatan canggih erat hubungannya dengan industri bisnis, hiburan, dan juga komunikasi. Namun, teknologi di bidang pangan juga tak kalah penting untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Inovasi ini tentunya berkaitan erat dengan bahan makanan dan minuman yang kamu konsumsi setiap hari.

Teknologi pangan ini menghadirkan cara praktis untuk menjawab kebutuhan manusia. Akibat tingginya aktivitas harian, sebagian orang kekurangan waktu untuk mengolah makanan dan minuman sendiri. Oleh karena itu, teknologi pangan berperan menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan makanan dengan nutrisi tinggi yang cepat dan aman untuk dikonsumsi.

Kali ini, smarteye.id akan mengupas tuntas pengertian, contoh, hingga manfaat teknologi pangan yang perlu kamu ketahui. Baca artikel berikut untuk pahami lebih lanjut!

Lihat juga: “Top 3 Teknologi Berkembang yang Paling Berpengaruh di Dunia!”

Pengertian Teknologi Pangan

Dilansir dari Kumparan, teknologi pangan menurut buku Pengantar Teknologi Pangan oleh Dahrul Syah adalah suatu ilmu pangan yang diaplikasikan ke dalam sistem seleksi, pengolahan, pengawetan, pengemasan, distribusi, dan pemanfaatan bahan pangan yang aman serta bergizi. Layaknya kegunaan teknologi pada umumnya, teknologi pangan diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia.

Penerapan ilmu dalam mengolah bahan organik maupun anorganik dengan memanfaatkan makhluk hidup dan bakteri menjawab berbagai kebutuhan harian masyarakat luas. Pangan sendiri bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang bersumber dari sumber daya hayati dan air, dengan cara diolah maupun tidak. Sumber daya ini kemudian dijadikan bahan makanan atau minuman untuk dikonsumsi khalayak luas. Teknologi pangan atau dikenal juga sebagai bioteknologi pangan ini menghasilkan produksi makanan yang dibuat dari berbagai macam bahan hasil fermentasi mikroorganisme.

Seiring berkembangnya ilmu teknologi pangan, hasil dari inovasi modern ini bermanfaat bagi banyak orang. Artikel ini akan membahas lebih lanjut seputar 5 manfaat teknologi pangan beserta contohnya yang bisa kamu temui sehari-hari. Simak selengkapnya di bawah ini!

5 Manfaat dari Teknologi Pangan

Secara keseluruhan, manfaat teknologi pangan yang utama adalah untuk menghadirkan berbagai kemudahan, kebaikan, dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan dimanfaatkan untuk mengurangi resiko terpapar penyakit, kekurangan gizi, melakukan pengawetan makanan, hingga pengolahan makanan agar nutrisi yang terkandung menjadi lebih tinggi. Berikut penjelasannya:

Mengawetkan Makanan

Olahan makanan dari bahan alami hanya bisa dikonsumsi pada masa yang terbatas. Kualitas makanan yang dibuat dari bahan hewani dan tumbuhan akan menurun kualitasnya apabila tidak langsung dikonsumsi. Agar makanan dan minuman bisa dikonsumsi lebih lama, perlu adanya teknik pengawetan.

Melalui proses pengawetan, pembusukan bahan pangan bisa dihindari karena mikroba dalam makanan tidak bisa berkembangbiak. Dengan masa tahan yang lebih lama, bahan pangan bisa didistribusikan ke luar kota maupun luar negeri dalam kondisi layak kosumsi dan lebih awet.

Agar bisa lebih dipahami, makanan kaleng dan minuman kemasan merupakan contoh dari produk makanan dengan pengawet. Makanan ini masih aman untuk dikonsumsi hingga beberapa waktu setelah proses pembuatan berlangsung. Jika kamu bepergian ke luar kota maupun luar negeri, kamu bisa simpan bahan makanan yang diawetkan karena tidak cepat rusak.

Mencegah Timbulnya Sumber Penyakit

Teknologi pangan digunakan untuk memastikan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Alhasil, makanan yang dibuat terbebas dari berbagai sumber penyakit. Makanan menjadi lebih sehat karena teknologi pangan mampu menghambat perkembangan bakteri dan mikroba pada makanan.

Contohnya pada proses pembuatan susu kemasan, ada teknologi pasteurisasi yang membuat produk menjadi lebih steril. Teknologi pangan mengurangi resiko ancaman penyakit yang tidak diinginkan. Dengan proses ini, susu menjadi lebih aman untuk diminum ya.

5 manfaat teknologi pangan
Foto oleh Gramedia

Meningkatkan Nutrisi pada Makanan

Agar bisa lebih mencukupi kebutuhan gizi harian, ilmu pengetahuan dimanfaatkan untuk meningkatkan nutrisi pada makanan. Kadar gizi disempurnakan agar santapan menjadi lebih sehat. Fortifikasi merupakan salah satu contoh teknologi pangan yang dapat membantu mengatasi masalah kekurangan gizi di masyarakat.

Salah satu manfaat fortifikasi atau proses penambahan zat gizi ialah untuk mencegah penyakit gondok dengan menambahkan yodium pada garam dapur. Selain itu, fortifikasi kalsium juga bisa dilakukan pada olahan jus dan susu. Seperti yang kita ketahui, kalsium memiliki manfaat untuk memperkuat tulang ya.

Mempermudah Menyantap Makanan

Manfaat dari teknologi pangan berikutnya ialah menghadirkan efisiensi dalam menyantap makanan. Ada banyak makanan instan yang dijual di pasaran untuk memudahkan manusia dalam menyantap makanan. Misalnya adalah bubur instan, mie instan hingga kopi instan dalam kemasan.

Tak perlu lagi melalui proses pembuatan kopi yang panjang, masyarakat hanya perlu menambahkan air panas, kemudian kopi siap disajikan. Teknologi pangan mampu menciptakan kemasan kopi instan tanpa ampas yang praktis dan siap konsumsi. Dalam kopi instan ini biasanya sudah lengkap dengan kandungan susu, gula, dan penambah rasa lainnya.

Tak hanya membuat makanan bertahan lama, manfaat teknologi pangan juga mempermudah manusia karena kini makanan dan minuman bisa lebih mudah dinikmati tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Tak hanya proses pembuatannya yang instan, bungkus produk juga didesain dengan praktis agar makanan bisa dikonsumsi di mana saja.

Memanfaatkan Sisa Bahan Pangan

Berikutnya, manfaat dari teknologi pangan yang terakhir adalah untuk memanfaatkan sisa bahan pangan secara efektif. Inovasi teknologi bisa digunakan untuk mengolah kembali sisa bahan pangan menjadi berbagai produk yang bermanfaat. Limbah dari industri makanan bisa dikurangi dan menjaga keberlajutan sumber daya alam.

Misalnya, jumlah hasil panen bawang yang dihasilkan saat musim panen tiba berlimpah. Jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin, akan ada banyak sisa bahan pangan yang terbuang sia-sia. Oleh karena itu, sisa makanan ini bisa diolah menggunakan teknologi pangan menjadi bawang goreng siap saji.

Sama halnya dengan hasil panen bahan pangan sayur-sayuran seperti panen tomat maupun cabai. Manfaat dari teknologi pangan bisa dirasakan dengan adanya olahan saus tomat dan saus cabai. Kreativitas dalam mengolah sisa bahan pangan ini perlu ditingkatkan agar produk pangan yang tidak terjual masih bisa dipasarkan meski dalam bentuk olahan yang berbeda.

Contoh Produk Hasil Teknologi Pangan

Kebutuhan pangan masyarakat terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Aktivitas harian yang padat memaksa inovasi dan pengetahuan untuk terus berkembang seiring dengan berubahnya pola kehidupan masyarakat. Setelah mengetahui 5 manfaat dari teknologi pangan, kamu perlu juga ketahui jenis produk hasil dari teknologi pangan yang bisa ditemui sehari-hari. Berikut contohnya:

Roti

Jenis makanan hasil teknologi pangan yang pertama adalah roti. Roti diolah dengan mencampurkan bahan pangan terigu, air, gula, garam, dan juga ragi. Di sini, ragi memudahkan adonan untuk mengembang menggunakan teknik fermentasi anaerobik. Tepung yang digunakan bisa berbagai macam ya, tak hanya tepung terigu.

Kamu bebas berkreasi membuat roti dengan tepung lain seperti tepung gandum maupun tepung labu kuning sebagai pilihan yang lebih sehat. Roti juga bisa diolah dengan tambahan susu untuk tekstur yang lebih lembut. Dengan teknologi modern, resep roti juga semakin beragam dan menghadirkan cita rasa yang lebih banyak pula.

Tempe

Makanan khas Indonesia ini pasti sudah tidak asing lagi untukmu ya. Tempe biasanya hadir menjadi pelengkap berbagai hidangan seperti ayam bakar maupun ikan goreng. Bahan dasar pembuatan tempe sendiri ialah kacang kedelai.

Kacang kedelai diolah dengan proses fermentasi menggunakan berbagai jenis jamur. Proses pengolahan pada kacang kedelai inilah yang membuat tempe kaya akan protein. Selain tempe, oncom yang terbuat dari kacang tanah juga mengalami pengolahan yang serupa, yakni degan proses fermentasi.

Yoghurt dan Keju

Bahan pangan susu bisa menghasilkan berbagai macam produk seperti keju dan yoghurt yang dikenal sebagai makanan sehat dan kaya nutrisi dengan bantuan teknologi pangan. Olahan susu dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu dan kemudian melalui proses fermentasi. Probiotik berkembang biak saat proses pemanasan terjadi dan menciptakan rasa masam pada yoghurt.

Manfaat teknologi pangan untuk pabrik keju
Foto oleh Tempo

Sama halnya dengan keju, susu diolah dengan proses penggumpalan dengan menambahkan asam atau enzim yang dibantu oleh bakteri baik. Susu juga dipanaskan terlebih dahulu untuk membunuh bakteri patogen atau dikenal dengan proses pasteurisasi. Setelahnya, susu ditambahkan dengan bakteri baik untuk mengubah laktosa menjadi asam laktat.


Itulah informasi terkait teknologi pangan yang memudahkan kehidupan manusia. Teknologi pangan menghadirkan nilai tambah pada kekayaan sumber daya alam yang sudah ada dan mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat. Manfaat teknologi pangan juga tidak terbatas dengan apa yang sudah dijelaskan pada artikel ini saja ya. Seiring berkembangnya zaman, manfaat teknologi pangan tentu menjadi lebih beragam.

Terkait hal tersebut, kamu bisa membaca lebih banyak konten terkait manfaat teknologi dan penerapannya di berbagai industri. Kamu bisa baca informasi teknologi dalam bisnis, hiburan, hingga industri kesehatan dengan kunjungi situs resmi smarteye.id. Caranya mudah saja ya, cukup klik di sini!

Pengertian, Contoh, dan Manfaat Teknologi Pangan yang Perlu Kamu Ketahui

Nada Syafira

Jakartans who writes in exchange for mouth-watering delicacies by weekdays. A whimsical wanders who travels by weekend.