Sebagai salah satu ujung tombak keberhasilan produk, pemasaran atau marketing selalu mendapat perhatian yang serius. Sebagus apapun produknya, tanpa strategi marketing yang ciamik, mustahil produk tersebut akan dikenal. Kini, marketing semakin berkembang seiring dengan teknologi. Tak terkecuali, marketing dengan teknologi augmented reality atau AR. AR Marketing Indonesia sebenarnya sudah mulai ada namun belum marak. Inilah kesempatan Anda!

Mengapa Harus AR Marketing?

Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Bisa dibilang, AR marketing merupakan metode pemasaran mutakhir berteknologi tinggi. Lantas, mengapa kita perlu menerapkan augmented reality?

Dengan augmented reality, produk yang Anda tawarkan bisa dirasakan oleh pengguna meski hanya dengan smartphone. Tentu, pengalaman yang diberikan lebih baik daripada hanya dengan melihat gambar produk.

Tentu, keunggulan teknologi AR ini dapat menyempurnakan belanja online yang kini sudah semakin membudaya. Selama ini, kita cuma diperlihatkan gambar, spesifikasi, kadang-kadang juga ada video. Dengan teknologi AR, calon pembeli bisa merasakan dan mencoba produk yang akan digunakan atau dikenal dengan Try On.

Nah, AR Marketing dengan Try On produk ini terbukti menarik untuk produk make up seperti bedak, lipstick, dan semacamnya. Tanpa harus datang secara fisik, teknologi AR dapat menempatkan seolah-olah bedak atau lipstick sudah disematkan pada wajah dan bibir. Dengan cara ini, Anda bisa memastikan, apakah produk tersebut cocok dengan warna kulit Anda.

Lihat juga: Manfaat AR untuk Marketing Brand Anda

Efektivitas yang Sudah Teruji

Foto oleh Lukas dari Pexels

Penerapan teknologi AR saat belanja online merupakan wujud nyata pemasaran berteknologi AR. Di Indonesia, salah satu brand e-commerce terkemuka, Shopee pernah menerapkan Make Up Try On untuk produknya. Ini menjadi langkah awal AR Marketing Indonesia untuk semakin berkembang. Efektivitas Try On pun sudah teruji, karena terbukti mampu menghindarkan pembeli dari salah beli produk.

Brand terkemuka seperti Gucci pun menggunakan Try On berteknologi AR untuk pelanggan setianya. Jadi,  pengguna dapat mengguakan aplikasi yang dapat ‘mencoba’ sepatu dari koleksi keluaran terbaru mereka, atau perusahaan furniture dari Swedia, yaitu Ikea yang membantu pelanggannya menyesuaikan furniture dengan ukuran di dalam rumah, atau L’Oreal yang memberi pengalaman ‘mencoba’ berbagai warna lipstick sebelum calon pembeli dapat memutuskan.

Bukan Cuma Keren-Kerenan

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Pada akhirnya, AR Marketing Indonesia bukanlah sekedar untuk terlihat keren. Atau agar brand terlihat up-to-date menggunakan teknologi terbaru, Tetapi, jenis marketing ini mampu mendekatkan brand dengan penggunanya. Apalagi, di tengah pandemi yang mengharuskan pembatasan sosial, teknologi AR jadi jawabannya. Dengan sifatnya yang interactive, teknologi augmented reality merupakan upaya memberikan pengalaman unik bagi pengguna. Tentu hal ini, akan membawa dampak positif untuk brand Anda.


AR marketing adalah masa depan. Inilah perpaduan teknologi tinggi dan materi promosi kreatif yang mendobrak penjualan Anda. Segera pelajari seluk beluk Augmented Reality, dengan klik tombol di bawah ini:

Yuk Belajar AR

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda

Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda.

Write a Comment

Konsultasi Gratis, untuk Anda

Beragam fitur Virtual dan Augmented Reality telah kami sediakan untuk berbagai tujuan dan kebutuhan. Ketahui mana yang terbaik untuk anda secara cuma-cuma.