Pengembangan Teknologi Metaverse Indonesia

Pengembangan Teknologi Metaverse Indonesia

Dunia virtual sudah tidak asing lagi dengan istilah Metaverse. Platform digital ini menghadirkan berbagai layanan hiburan, bisnis, hingga edukasi yang dapat diakses dari mana saja dan siapa saja. Tak hanya dimanfaatkan dalam skala global, Indonesia sendiri sudah mulai mengadaptasi teknologi Metaverse ini.

Penasaran bagaimana pengembangan Metaverse di Indonesia? Baca lebih lanjut pada artikel berikut!

Meeting metaverse
Foto oleh Oculus

Apa Itu Metaverse?

Dilansir dari Kompas.com, Metaverse merupakan inovasi teknologi yang memungkinkan interaksi antar individu secara virtual. Inovasi ini diartikan juga sebagai simulasi dunia nyata yang dihadirkan di dunia maya dengan bantuan internet. Konsep ini semakin terdengar semenjak Facebook mengubah nama brand menjadi Meta, yang diambil dari kata Metaverse itu sendiri.

Kamu bisa merepresentasikan dirimu dalam Metaverse melalui pembuatan avatar 3D. Kemudian, kamu dapat melakukan berbagai kegiatan yang menarik dalam ruang virtual ini. Contohnya seperti bekerja, menikmati hiburan, hingga berbelanja properti digital.

Lihat juga: “Sentuh Barang Secara Nyata dengan Metaverse Controller”

Potensi Metaverse di Indonesia

Dikutip dari Detik.com, Pieter Lydian selaku Country Director dari Meta Indonesia mengatakan bahwa perusahaannya akan turut berkomitmen dalam mengembangkan Metaverse. Diperkirakan, pengembangan Metaverse akan berlangsung selama 5 hingga 10 tahun ke depan. Dengan menggabungkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), Metaverse dipercaya akan membuka peluang ekonomi digital di Indonesia pada masa mendatang.

Prie Prihadiyanto selaku Managing Director Accenture Indonesia juga mengatakan bahwa para CEO perusahaan besar menyambut perkembangan teknologi virtual dengan sangat terbuka. Diantaranya seperti extended reality, blockchain, digital twins hingga edge computing. Pasalnya, transformasi digital ini akan mengubah cara hidup dan bekerja masyarakat di Indonesia.

Laporan Acccenture Technology Vision 2022 yang bertajuk “Meet Me in the Metaverse: The Continuum of Technology and Experience Reshaping Business” menyatakan bahwa 52% konsumen Indonesia sepakat akan kehidupan digital yang semakin nyata. Berdasarkan hal ini, perusahaan tentu memiliki peluang yang semakin besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan Metaverse ya.

Contoh Pemakaian Metaverse di Indonesia

Seiring meningkatnya inovasi realitas virtual di Indonesia, ada banyak contoh terkait pengembangan Metaverse di tanah air. Bank BRI mengklaim sebagai bank Indonesia pertama yang masuk ke dalam ekosistem Metaverse. Nantinya, nasabah bisa merasakan layanan perbankan secara lebih nyata.

BRI Metaverse
Foto oleh Asia Quest Indonesia

Tak hanya BRI, BNI dan Mandiri juga berkontribusi dalam hal ini. Selain perbankan, perusahaan bisnis ritel ternama, Alfamart, juga akan memanfaatkan Metaverse untuk menaikkan penjualan dengan menjangkau pelangan secara virtual. Alfamart memanfaatkan platform digital berbasis internet sebagai salah satu upaya meningkatkan performa pemasaran.

Potensi dan Tantangan Metaverse Indonesia

Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menyampaikan dalam ajang Asia Tech Singapore 2022, bahwa Indonesia memiliki potensi Metaverse yang sangat besar. Pemerintah yakin bahwa Metaverse membuka peluang dalam memulihkan ekonomi digital dan penciptaan lapangan kerja baru seperti konten kreator, ilustrator, video editing dan masih banyak lagi.

Dengan adanya potensi 600.000 talenta digital per tahun dan 30 juta UMKM, diperkirakan kontribusi ekonomi bisa mencapai 150 miliar dolar AS pada tahun 2025, lho! Riset PwC menyatakan bahwa teknologi VR dan AR pada Metaverse dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar 1,4 triliun dolar AS pada 2030.

Meski memiliki peluang bisnis yang besar, Metaverse di Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan. Terciptanya Metaverse yang optimal membutuhkan dukungan kripto, blockchain, NFT yang berjalan dengan baik. Terlebih, pengembangan augmented reality dan virtual reality juga masih perlu ditingkatkan lagi.

Pengembangan Metaverse juga bergantung pada jaringan 5G yang kuat. Targetnya, Kementrian Kominfo akan menerapkan jaringan 5G yang merata di Indonesia pada tahun 2024 sampai 2025. Terkait hal ini, pemerintah gencar membangun ekosistem 5G di Indonesia.


Itulah penjelasan singkat terkait Metaverse dan pengembangannya di Indonesia. Masih banyak informasi menarik seputar tren dunia virtual. Mulai dari penerapan AR dan VR pada berbagai industri hingga berita seputar teknologi yang tak bisa kamu lewatkan.

Selain berita terknini, kamu juga bisa konsultasikan penerapan teknologi terpopuler untuk bisnis dengan smarteye.id, lho! Jika kamu tertarik, kamu bisa kunjungi situs resminya hanya dengan klik di sini!

Pengembangan Teknologi Metaverse Indonesia

Nada Syafira

Jakartans who writes in exchange for mouth-watering delicacies by weekdays. A whimsical wanders who travels by weekend.