Apa Jadinya Jika Desainer Menggunakan Augmented Reality pada Seni? Ternyata Hasilnya Keren!

Apa Jadinya Jika Desainer Menggunakan Augmented Reality pada Seni? Ternyata Hasilnya Keren!

Nah, semakin banyak penerapan augmented reality yang dapat kita temui setiap hari, Adobe juga tak mau kalah. Perusahaan satu ini mulai memadukan teknologi Augmented Reality dengan seni.

augmented reality pada seni

Informasi Penting Seputar Penggunaan Augmented Reality pada Seni!

Jika berbicara tentang augmented reality atau AR, pasti yang menjadi pertanyaan utama adalah penerapan augmented reality dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi sebelum itu, tahukah Anda apa itu augmented reality? AR merupakan sebuah teknologi yang menggabungkan benda maya (dua atau tiga dimensi) dengan dunia nyata, melalui sebuah proyektor. Salah satu contoh proyektor adalah smartphone. Jadi ketika membuka sebuah aplikasi AR, Anda dapat melihat perubahan terhadap sebuah ruangan melalui smartphone. Tentu saja yang berubah hanya gambar yang ada di smartphone, bukan dunia nyata ya.

Menjamurnya aplikasi augmented reality yang gratis atau berbayar mendorong Adobe untuk berinovasi. Siapa sih yang tidak tahu Adobe? Aplikasi serbaguna yang dapat mengedit dokumen, foto, video, dan audio melalui Photoshop, Premiere Pro, Audition, Bridge, Lightroom, dan masih banyak lagi.

Adobe juga tak mau kalah dong! Sebagai aplikasi yang paling banyak digunakan para desainer, Adobe akhirnya memperkenalkan anak aplikasi baru bernama Aero. Mari kita kenal lebih dekat si Aero ini.

seni dengan augmented reality

Apa itu Adobe Aero?

Pada bulan Juni 2018, Adobe mulai memperkenalkan aplikasi baru bernama Adobe Aero. Aplikasi ini diperuntukkan bagi siapapun yang ingin membuat atau mendesain konten augmented reality tanpa keahlian coding atau desain 3D. Setiap desainer hanya perlu menjalankan aplikasi tersebut seperti menjalankan aplikasi lain misalnya Photoshop. Wah, mudah sekali ya!

Aero dikemas dengan fitur paket lengkap yang memungkinkan Anda membuat pengalaman augmented reality seni yang menarik dengan cepat dan mudah. Bahkan Aero mampu mengoptimalkan beragam aset melalui visualisasi serta gerakan secara real time. Sehingga Anda bisa membuat tur virtual, mengekspor gambar dari perangkat, menginput model 2D/3D dari Adobe Photoshop dan Illustrator. Selain itu, Aero juga terintegrasi dengan aplikasi pihak ketiga seperti Cinema 4D, TurboSquid, dan Maya dengan menempatkan aset di lingkungan dunia nyata di sekitar Anda.

Tak sampai disitu, Anda juga dapat mengajak kolaborator lain untuk saling berinteraksi dan berkreasi mengenai desain yang dibuat. Bagaimana caranya? Yap, hanya perlu mengirim tautan melalui media sosial saja.

Project Aero yang Populer

Melalui Project Aero, Adidas telah bekerja sama dengan Adobe dalam membuat aplikasi augmented reality seni untuk pelanggan yang berkunjung ke toko sepatu tersebut. Ketika smartphone diarahkan ke sepatu Adidas, pelanggan dapat melihat sepatu dalam bentuk 3D dengan berbagai kombinasi warna beserta detail informasinya. Informasi yang diberikan terkait lapisan sepatu dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sepatu tersebut.

Project Aero selanjutnya adalah AR Residency. Project tersebut telah menyatukan para seniman dari mancanegara seperti Estella Tse, Pussykrew, Nurbanu Asena, Gabriel BC, Marjan Moghaddam, Timo Helgert, dan lainnya. Mereka membuat karya berupa foto/gambar, video dan filter yang ditambahkan unsur augmented reality seni untuk para audiens. Nantinya audiens dapat melihat sisi lain dari karya masing-masing seniman tersebut.

“Menghidupkan” Lukisan

Inilah salah satu keunggulan AR, yakni memberi pengalaman imersif dan atraktif dengan menghidupkan benda mati. Loh memangnya benda mati bisa hidup? Yap, augmented reality seni mampu membuat gambar 2 dimensi pada lukisan menjadi gambar bergerak.

Alex Mayhew, seorang seniman digital menciptakan aplikasi ReBlink sebagai bagian dari pameran di Art Gallery Ontario. Saat pengunjung melihat dengan mata telanjang, maka lukisan terlihat seperti biasa. Tapi dengan aplikasi ReBlink, pengunjung bisa melihat gambar tersembunyi yang menghadirkan gaya hidup abad-21 dalam format lukisan klasik. Unik, bukan?

augmented reality seni memberikan pengalaman yang menyenangkan
source: urbandigital.id

Penjelasan diatas menunjukkan bahwa teknologi semakin maju. Dimana kehadiran aplikasi Adobe Aero sebagai salah satu bukti penerapan augmented reality seni justru sukses membantu para seniman untuk mengeksplorasi potensi media.

Selain dunia seni, ternyata masih banyak aplikasi AR yang dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis di berbagai industri. Penasaran kan? Yuk cari tahu tentang penerapan AR lainnya di sini! Oh iya jika tertarik dengan AR dalam bisnis, Anda juga bisa langsung berkonsultasi gratis dengan smarteye.id.

(Ditulis oleh Toska Dhia A.)

Apa Jadinya Jika Desainer Menggunakan Augmented Reality pada Seni? Ternyata Hasilnya Keren!

Asri Amanta

I swear Shinji and Kaworu are meant to be for life. The one behind all of smarteye.id's digital and content marketing strategy.