Apa Jadinya Jika Desainer Menggunakan Augmented Reality? Ternyata Hasilnya Keren!

Nah, semakin banyak penerapan augmented reality yang dapat kita temui setiap hari, Adobe juga tak mau kalah.

adobe aero_penerapan augmented reality_smarteye(dot)id

 

Jika berbicara tentang augmented reality atau AR, pasti yang menjadi pertanyaan adalah penerapan augmented reality—entah untuk kehidupan sehari-hari atau untuk berbagai acara khusus.

Tapi, tahukah Anda apa itu augmented reality atau AR? AR merupakan sebuah teknologi yang menggabungkan benda maya (dua atau tiga dimensi) dengan dunia nyata, melalui sebuah proyektor. Salah satu contoh mudah proyektor adalah smartphone. Jadi, jika Anda membuka sebuah aplikasi AR, Anda dapat melihat sebuah perubahan terhadap sebuah ruangan melalui smartphone. Tentu saja, yang berubah hanya gambar yang ada di smartphone, bukan dunia nyata.

Nah, semakin banyak penerapan augmented reality yang dapat kita temui setiap hari, Adobe juga tak mau kalah.

 

Siapa sih yang tidak tahu Adobe? Adobe merupakan sebuah aplikasi komputer dimana seseorang dapat mengedit dokumen, foto, video, dan audio melalui berbagai macam aplikasi yang mereka miliki. Sebut saja Photoshop, Premiere Pro, Audition, Bridge, Light Room, dan masih banyak lagi. Adobe sendiri juga merupakan aplikasi yang digunakan orang setiap harinya, apalagi untuk para desainer. Kebanyakan dari mereka menggunakan aplikasi ini, sehingga hidupnya tak dapat jauh-jauh dari Adobe.

Pada bulan Juni 2018, Adobe mulai memperkenalkan aplikasi baru lagi bernama Project Aero. Aplikasi ini diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin membuat atau mendesain augmented reality. AR memang banyak digemari oleh orang, terbukti dengan maraknya penggunaan filter pada aplikasi Snapchat dan dilanjutkan dengan fitur filter di Instagram story. Namun, hal yang paling sulit dari pembuatan AR adalah orang tersebut harus mengerti dan melakukan coding. Tentunya, coding tidak dapat dipelajari dalam satu malam saja—butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menguasai hal ini. Karena coding tersebut, seorang desainer yang tidak mengerti coding sama sekali, harus mempekerjakan seseorang untuk dapat membuat AR. Melihat permasalahan tersebut, Adobe merilis sebuah produk yang mempersilahkan siapapun untuk membuat AR tanpa harus mengerti apa itu coding dan lain sebagainya. Aplikasi ini dinamakan Project Aero dan setiap desainer hanya perlu menjalankan aplikasi tersebut layaknya sedang menjalankan aplikasi lain seperti Photoshop. Mudah sekali, ya?

adobe aero_penerapan augmented reality_smarteye(dot)id

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Adobe menggelar acara besar bernama Adobe MAX. Acara ini merupakan tempat berkumpulnya para orang kreatif yang ingin mengikuti berbagai workshop, pameran, serta update mengenai perkembangan produk-produk dari Adobe. Pada kesempatan tersebut, Simone Cesano selaku senior director dari divisi design technology Adidas, mengungkapkan bahwa Adidas telah bekerja sama dengan Adobe melalui aplikasi Project Aero ini. Sebelumnya, Adidas telah membuat sebuah aplikasi augmented reality sendiri yang dapat digunakan seseorang ketika berkunjung ke toko sepatu tersebut. Seseorang yang menggunakan aplikasi tersebut, dapat mengarahkan smartphone nya kearah sepatu Adidas yang ia senangi, kemudian ia akan mendapatkan penjelasan lebih detil tentang sepatu itu. Detil yang diberikan adalah tentang lapisan dari sepatu tersebut dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sepatu itu.

Selain digunakan oleh Adidas, seorang desainer dan illustrator asal Jerman bernama Nadine Kolodziey juga telah mencoba menggunakan aplikasi Project Aero ini. Nadine Kolodziey membuat sebuah booth di bagian pameran dari Adobe MAX yang juga disediakan sebuah iPad. Fungsi iPad ini adalah untuk membuka aplikasi Project Aero, sehingga pengunjung dapat menambahkan berbagai hal ketika ingin berfoto. Untuk kedepannya, Adobe akan memperkenalkan Project Aero lebih dalam dan akan segera merilis aplikasi ini!

Kabar baik tentang aplikasi terbaru Adobe juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para desainer yang ingin membuat augmented reality Indonesia. Banyak hal yang tentunya dapat dikerjakan melalui aplikasi ini, dan tentu saja sangat memudahkan bagi mereka yang tidak paham dengan coding. Sambil menunggu kabar baik lainnya dari Adobe dan tanggal perilisan resminya, yuk cari tahu lagi tentang penerapan AR disini!

 

(Ditulis oleh Toska Dhia A.)

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *