Apa Itu ARCore? Simak Penjelasan dan Kegunaannya Disini;

Apa itu ARCore_smarteye(dot)id_mashable asia

 

“Dengan ARCore, ciptakan pengalaman augmented reality yang membaur dunia digital dan fisikal secara tak kentara. Ubah cara masyarakat bermain, berbelanja, belajar, berkreasi, dan mengalami dunia AR bersama — dalam skala Google.”

— Diterjemahkan dari laman depan Google AR (https://developers.google.com/ar)

 

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda
Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda

Kurang lebih, begitulah isi headline yang tertera pada situs milik Google. Dua kalimat tersebut sekilas sudah merangkum pengertian software AR rakitan Google itu.

Lalu pertanyaan kami, sudahkah Anda familier dengan kembangan augmented reality Google ini?

Di tengah gencaran VR platform di seluruh dunia termasuk Indonesia, augmented reality (AR) turut melebarkan sayap dalam inovasi AR/VR terkini. Google sebagai inovator terkemuka yang selalu hadir dengan tampilan segar berniat memanjakan penikmat digital lifestyle dengan ARCore.

Apa itu ARCore? Mungkin pertanyaan itu yang pertama melintas di benak Anda yang belum familier. Software AR ini diyakini akan memberi warna baru di ranah konten digital.

ARCore merupakan Software Development Kit (SDK) untuk Android dan iOS yang pertama rilis Maret 2018 (versi stable September 2018). Sebelum merilis SDK ini, Google sempat merilis Tango pada 2014, yang diharapkan akan se-booming GPS, mampu memetakan dunia berbekal sensor dan kamera motion-tracking. Namun, Google ‘berubah pikiran’ setelah ARKit milik Apple rilis.

 

Bagaimana ARCore Bekerja?

Apa itu ARCore_smarteye(dot)id_techradar

 

Sebelum memahami apa itu ARCore lebih jauh, ketahui dulu dasar yang digunakan Google untuk mengembangkannya.

Google mengembangkan SDK berbasis AR yang beroperasi melalui 2 cara: tracking dan building environment. Apa yang di-track? Posisi perangkat mobile pengguna selagi bergerak. Lalu, sistem akan menerjemahkan lingkungan hidup pengguna agar tampak serealistis mungkin.

Pada dasarnya, teknologi motion tracking menggunakan kamera hp untuk mengidentifikasi poin-poin menarik alias ‘fitur’ kemudian melacak pergerakannya seiring waktu. Dengan mengkombinasikan pergerakan poin dan membaca sensor inersia, ditentukan posisi dan orientasi hp selagi pengguna bergerak berpindah tempat.

ARCore mampu mendeteksi permukaan datar, seperti meja dan lantai, sekaligus memperkirakan pencahayaan rata-rata di area sekitar titik utama. Detail tentang ini akan kami berikan di bawah.

Seketika memahami lingkungan pengguna, Anda bebas meletakkan objek visual, membaca anotasi, atau informasi lain seakan-akan terjadi langsung di dunia nyata.

Bayangkan Anda bisa menghadirkan seekor anak kucing yang lelap di sudut meja kerja. Bisa juga, membaca anotasi sebuah lukisan, lengkap dengan biografi si artis, tanpa perlu cari tahu sendiri. Lebih canggih lagi, Anda bisa melakukannya sambil jalan-jalan dan melihatnya dari sudut mana pun. Sekalipun berpindah tempat meninggalkan ruangan, si kucing dan anotasi akan tetap ada di tempat semula. Keren, kan?

ARCore terbentuk menggunakan beberapa set API yang berbeda-beda, framework, dan tools lainnya. Beberapa API itu sudah bisa diterapkan menggunakan Android dan iOS tertentu. Adapun perangkat yang sudah didukung yakni Android versi 7.0 (Nougat) dan setelahnya. Mau cek apakah smartphone Anda sudah didukung? Cek di laman Google.

 

Apa itu ARCore_Smarteye(dot)id_Google Blog

 

3 Kemampuan Utama yang Ada pada ARCore

Dalam mengintegrasi konten virtual dengan dunia nyata, platform AR ini membutuhkan kamera hp untuk:

 

  1. Motion tracking memungkinkan hp menangkap dan melacak posisinya.
  2. Environmental understanding memungkinkan hp mengenali ukuran dan lokasi semua tipe permukaan, baik itu horizontal, vertikal, maupun yang bersudut seperti tanah, meja kopi, dan tembok.
  3. Light estimation memungkinkan hp memperkirakan kondisi cahaya terkini di sekeliling lingkungan.

 

Meskipun AR bisa dibilang belum seberapa populer, Google tetap optimis membawa SDK AR ciptaannya kepada konsumen dan developer. Bahkan, memperluas dukungannya pada perangkat lain, termasuk yang diproduksi rival mereka, Apple.

Keluaran Google terbaru, Pixel 3 dan Pixel 3 XL merupakan perangkat teratas yang sudah didukung Google. Perangkat lainnya, antara lain Huawei seri Mate 20, Mate 20 Pro, dan Y9 2019, juga LG seri G7 One dan V40. Deretan merek hp lain akan menyusul, seperti Nokia dan Vivo.

Nah, sudah tahu kan sekarang apa itu ARCore? Nantikan kabar dunia AR/VR lainnya di Smarteye.

 

(ditulis oleh Novrisa W. Wulandari)

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *