National Geographic Resmi Meluncurkan Planetarium Berbasis AR

Siapa sangka kini konstelasi bintang bisa dilihat secara lebih dekat? Berkat fitur AR edukasi, Anda kini bisa melihat kembali fenomena dunia yang pernah ada. Salah satunya bisa dinikmati dalam event planetarium augmented reality National Geographic, ObserEtoiles.

Planetarium NatGeo_AR Edukasi_smarteye(dot)id_leisureopportunities(dot)uk
credits to leisureopportunities

Siapa sangka kini konstelasi bintang bisa dilihat secara lebih dekat? Berkat fitur AR edukasi, Anda kini bisa melihat kembali fenomena dunia yang pernah ada. Salah satunya bisa dinikmati dalam event planetarium augmented reality National Geographic, ObserEtoiles.

Penamaan konstelasi bintang sudah dimulai sejak abad kedua setelah masehi. Rasi bintang dapat dilihat secara jelas pada waktu tertentu sesekali. Namun, tak semua orang paham perihal konstelasi ini. Hingga kini, ada 88 nama rasi bintang yang terkenal. Jumlah yang memukau, bukan? Nah, Anda mungkin juga akan terpukau pada temuan AR edukasi karya National Geographic bersama Aryzon berikut ini.

Bersama ratusan peminat astronomi di Kanada, National Geographic menciptakan temuan berbasis AR edukasi pertama bertajuk ObservEtoiles di Quebec, Kanada.

Dimulai pada 23 Juni 2018 lalu, planetarium augmented reality ini menyambut pengunjung dengan langit malam yang ‘diisi’ konstelasi bintang yang terkenal. Untuk dapat melihat konstelasi sepenuhnya, pengunjung dibekali Aryzon AR viewer dan smartphone Asus Zenphone 3 Zoom. Perangkat itu yang akan merefleksikan konten digital kemudian memproyeksikannya ke bidang pandang. Tepatnya, dengan headset Aryzon pengunjung bebas mengamati seleksi konstelasi berilustrasi abad 17 di antara bintang dan planet sungguhan.

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda
Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda

Aryzon merupakan salah satu perusahaan yang berdiri selama setahun terakhir sebagai produsen viewer bentuk cardboard dengan harga terjangkau. Penggunaannya pun mudah, hanya smartphone sebagai sumber daya baterai dan proyektor visual.

AR edukasi _ smarteye(dot)id _ Next Reality News
Credits to Next Reality News via Giphy

Pengalaman augmented reality ini tentu tak akan dilewatkan oleh penikmat astronomi terutama dalam rangka edukatif. Bayangkan saja, pengunjung dijamu dalam amphitheater di alam terbuka berkapasitas 180 kursi untuk melihat tatanan rasi bintang berikut nama-namanya dan planet secara realistis. Seakan-akan menjelajahi ruang angkasa tanpa merasa diperantarai fitur AR selama 2 jam.

AR Edukasi_smarteye(dot)id_natgeo
credits to leisureopportunities

Sementara pengunjung terpukau dengan fasilitas AR edukasi tersebut, penulis ilmiah sekaligus broadcaster Andrew Fazekas Si “Night Sky Guy” akan memandu narasi “Star Guide”. Fazekas sendiri merupakan penulis, broadcaster, dan pengajar yang rajin berkontribusi pada majalah National Geographic dan saluran tv Canada’s Weather Network.
ObservEtoiles berlokasi di Au Diable Vert Station Montagne, Kanada, dengan luas 1.000 kaki (304 meter). Berada sekitar 90 menit dari selatan Montreal, tempat ini dinilai sangat cocok sebagai planetarium AR mengingat gelapnya langit kala malam.

Pada akhir event, pengunjung boleh membawa pulang AR viewer Aryzon supaya tetap bisa memandang rasi bintang sesukanya. Selain itu, mereka memperoleh kode download untuk menginstal aplikasi yang dikembangkan Escapist Games. Keren banget, kan?

AR edukasi_VR planetarium_smarteye(dot)id_leisureopportunities
credits to leisureopportunities

 

Augmented Reality untuk Edukasi

Augmented Reality atau AR pertama kali terkenal di dunia berkat game Pokemon Go. Seiring waktu dan majunya teknik perakitan, AR juga digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar. AR untuk simulasi kini pun bukan sesuatu yang langka, mengingat teknologinya bisa digunakan sebagai media simulasi untuk mempermudah siswa memahami pelajaran.

 

AR edukasi juga mulai digunakan sebagai alat bantu pengajaran interaktif. Contoh, hasil AR edukasi kolaborasi Touchten dan Ustaz Wijayanto pada 2017 lalu, Kartu Muslim, dibuat agar anak-anak mengenal agama Islam secara lebih akrab.
Di samping pengembangan aplikasi berbasis AR, pekerja kantoran sudah bisa menikmati kemudahan teknologi ini. Dengan fitur AR interactive, kita sudah bisa mengetahui seperti apa wujud sebuah benda melalui segala sisi hanya menggunakan handphone.
 
Karena itu, AR edukasi sangat penting dikembangkan agar semua lapisan masyarakat, bisa mempelajari sesuatu di mana pun, kapan pun.
 
National Geographic berhasil memanfaatkan AR sebagai media edukasi bidang astronomi. Akan ada inovasi apa di bidang AR selanjutnya? Kita tunggu saja!
 

(Ditulis oleh Novrisa W. Wulandari)

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *