Simulasi Virtual Reality Hindari Kesalahan Rekrut, Bagaimana Caranya?

Kesalahan rekrut menjadi momok terbesar seorang recruiter. CV dan hasil wawancara brilian kadang berbanding terbalik dengan kinerja seorang kandidat. Bagaimana simulasi virtual reality dapat digunakan untuk menghindari kesalahan rekrut?

Credits: pxhere.com

Salah satu ketakutan terbesar bagi seorang recruiter adalah salah merekrut karyawan. Karyawan yang sudah direkrut memiliki kinerja yang jauh dari kata memuaskan. Padahal, CV dan hasil wawancara menunjukan bahwa kandidat tersebut memiliki kemampuan fantastis.

Alhasil perusahaan mengalami kerugian potensi nilai kerja yang tidak sedikit. Tuntutan dari atasan untuk meminta pertanggung jawaban mulai berdatangan.

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda
Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda

Mengadakan tes kemampuan berupa simulasi pekerjaan yang realistis memang menjadi solusi tepat untuk mengukur kinerja seseorang secara nyata.

Tetapi pengadaanya belum tentu disetujui oleh atasan. Masalah sumber daya seringkali menjadi penyebab tidak disetujuinya tes kemampuan tersebut diadakan.

Tes kemampuan berupa simulai memang dapat diandalkan untuk melihat performa kandidat dalam melakukan pekerjaan mereka kelak. Tetapi hal tersebut tentu membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.

Mulai dari urusan logistik menyiapkan tempat yang sesuai, biaya pelaksanaan, hingga mencari sumber daya manusia sebagai asesor dan konsultan jika simulasi yang dilakukan di luar ranah kemampuan HRD. Hal ini tentunya harus disiapkan cukup sekali melainkan setiap kali simulasi akan dilakukan.

Simulasi Virtual Reality Menjadi Solusi

Credits: roadtovr.com

Meski belum terlalu umum penggunaanya, simulasi virtual reality sebenarnya sudah diadopsi sebagai alat tes kemampuan kandidat terutama untuk hal yang bersifat teknis.

Simulasi berbasis virtual reality memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan simulasi tradisional yang memerlukan ruangan fisik terkontrol sesuai dengan tujuan simulasi.

Karena merupakan konten digital, segala isi dari simulasi virtual reality dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna.

Mulai dari lokasi geografis, interaksi apa yang bisa dilakukan dalam simulasi tersebut, hingga tujuan simulasi dapat diubah sesuai keinginan pengguna.

Selain itu simulasi berbasis virtual reality juga lebih hemat dari segi sumber daya keseluruhan yang dikeluarkan.

Anda hanya perlu mengeluarkan biaya di awal pembangunan simulasi virtual reality. Untuk selanjutnya, simulasi yang sudah jadi dapat digunakan tanpa batas. Waktu dan sumber daya yang dimiliki pun dapat digunakan lebih efisien untuk siklus perekrutan selanjutnya.

Contoh Sukses Jaguar dan CBA Menerapkan Simulasi VR

Beberapa perusahaan terbesar di dunia sudah mulai menerapkan simulasi  berbasis virtual reality  dalam proses perekrutan mereka.

Jaguar, perusahaan otomotif kelas dunia, menjadi salah satu perusahaan yang menyadari potensi simulasi virtual reality sebagai bentuk tes kemampuan kandidat karyawan mereka.

Bekerja sama dengan band elektronik Gorillaz, Jaguar mengeluarkan app mixed reality untuk menantang kemampuan yang dimiliki oleh kandidat. Di dalamnya kandidat dapat menemukan simulasi mobil elektrik jaguar juga code breaking challenge yang cukup sulit.

Menurut press release yang dikeluarkan Jaguar, aplikasi ini dapat menguji rasa keingin tahuan, kegigihan, pemikiran lateral, dan kemampuan pemecahan masalah kandidat.

Credits: media jaguar

Aplikasi ini diciptakan untuk mengisi kebutuhan ribuan tenaga kerja electrical engineer dan software engineer agar tetap memiliki sumber daya manusia yang kompetitif di era internet seperti saat ini.

Selain digunakan sebagai alat tes kemampuan kandidat, aplikasi ini juga digunakan untuk menarik calon kandidat milenial agar mendaftarkan diri pada lini perekrutan posisi lain yang lebih tradisional.

Selain untuk jenis pekerjaan teknik, simulasi virtual reality juga dapat diadopsi untuk pekerjaan yang lebih bersifat administratif.

Commonwealth Bank of Australia (CBA) sebagai bank terbesar di Australia mulai bergerak menjauh dari citra bank sebagai institusi yang kolot dan konservatif. Pengadopsian simulasi virtual realty kedalam alur perekrutan menjadi tanda keseriusan pengubahan citra tersebut.

CBA  menggunakan platform Oculus Rift untuk menghadirkan simulasi virtual reality yang memberikan pengalaman kerja yang realistis. Di dalam simulasi tersebut, kandidat juga akan ditantang dalam situasi sulit menghadapi orang-orang yang ada di lingkungan bank.

Credits: Linked.in Blog

Simulasi ini digunakan oleh CBA untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berpikiran tangkas dan inovatif dalam menghadapi berbagai keputusan sulit yang ada sebagai seorang pegawai bank.

Selain itu, simulasi ini juga digunakan sebagai alat pengenalan lingkungan kerja bagi calon karyawan baru dalam proses perekrutan.

Simulasi berbasis virtual reality terbukti dapat menjadi solusi untuk menghindari kesalahan perekrutan karyawan.

Selain fleksibel, biaya dan waktu keseluruhan yang dicurahkan untuk simulasi virtual reality pun lebih murah dibandingkan dengan simulasi fisik. Penerapan simulasi berbasis virtual reality memungkinkan distribusi sumber daya dan waktu yang lebih efisien.

Dengan penerapan simulasi virtual realtiy sebagai tes kemampuan kandiat, siklus perekrutan pun tentu menjadi lebih tenang karena tidak perlu khawatir lagi dengan kinerja kandidat yang sudah shortlisted.

Tertarik untuk mencoba? Smarteye.id menawarkan konsultasi gratis solusi simulasi virtual reality untuk kebutuhan perekrutan anda yang dapat dicek disini.

Post Author: Muhammad Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *