Memasuki tahun 2020, revolusi industri 4.0 manufaktur kian berkembang dengan cepat. Tentu ini bukan suatu hal yang mengherankan karena sekarang semua orang butuh internet, bahkan kuota internet sekarang jauh lebih penting ketimbang pulsa. Ditambah dengan kondisi dunia saat ini yang diterpa virus COVID-19, perkembangan revolusi industri 4.0 manufaktur makin dipercepat mengingat banyak perusahaan manufaktur yang membutuhkan internet agar tetap dapat bekerja.

Sebelum membahas lebih dalam, apakah Anda tahu apa itu revolusi industri 4.0 manufaktur? Secara garis besar, revolusi industri 4.0 manufaktur adalah perkembangan teknologi di bidang manufaktur dari manual (atau konvensional) menjadi otomatis. Hal ini dikembangkan guna mempermudah pekerjaan, terutama dalam bidang komunikasi dan monitoring.

Mengingat sekarang ini internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi industri juga harus dikembangkan secara berkala. Bukan hanya di luar negeri, namun revolusi industri 4.0 manufaktur di Indonesia juga sudah berkembang. Kementerian Perindustrian telah membuat INDI 4.0 guna melakukan pengembangan akan revolusi industri 4.0 manufaktur di Indonesia.

Ternyata, berdasarkan data dari INDI 4.0, ada sebanyak 326 perusahaan yang sudah siap melakukan transformasi menuju revolusi industri 4.0 manufaktur! Ini artinya, ada sebanyak 326 yang semangat menggunakan teknologi berbasis internet seperti cloud computing, artificial intelligence, machine learning, dan IoT.

Menurut Arief Rakhmatsyah selaku VP Product Management Cloud & UC Telkomtelstra, revolusi industri 4.0 manufaktur akan sangat membantu operasional perusahaan. Ini dikarenakan perusahaan tidak perlu melakukan investasi pada data center, perusahaan hanya perlu melakukan pengolahan data melalui cloud computing. Menurutnya, cloud computing akan jauh lebih murah dibanding data center.

Arief Rakhmatsyah pun juga menambahkan bahwa sudah banyak perusahaan-perusahaan di luar negeri yang telah melakukan revolusi ini dan telah merasakan banyak manfaat yang didapat. Revolusi 4.0 tidak hanya dilakukan pada suatu industri saja, namun berbagai industri juga turut melakukannya seperti industri pesawat terbang dan automotif.

Source: SensrTrx
Revolusi Industri 4.0 Manufaktur

Dengan terjadinya revolusi industri 4.0 manufaktur, perusahaan yang harus melakukan work from home atau WFH selama masa pandemi ini juga merasa sangat terbantu. Industri manufaktur sangat terbantu dengan adanya IoT atau internet of thing. Banyak hal yang dapat dilakukan dari jarak jauh dan tentu saja hal ini mustahil dilakukan sebelum adanya percepatan teknologi seperti ini.

Beberapa tahun belakangan ini, banyak rumah tangga yang telah mengubah teknologi rumahnya menjadi smart home. Bahkan, ada juga perumahan baru yang menawarkan teknologi smart home kepada para calon pembelinya. Dengan adanya teknologi smart home, pemilik rumah dapat melakukan perubahan atau mengontrol rumah mereka dari jarak jauh.

Sama halnya dengan smart home, IoT memungkinkan bagi pekerja untuk mengawasi dan mengontrol pabrik dari jarak jauh. Melalui IoT, pekerja dapat melakukan pengendalian terhadap mesin-mesin di pabrik melalui rumahnya saja, tanpa harus pergi ke pabrik. Tak hanya itu, pengendalian ini dapat dilakukan secara real time pula.

Di Indonesia, Schneider Electric merupakan salah satu perusahaan yang telah melakukan revolusi industri 4.0 manufaktur. Country Digital Transformation Schneider Electric, Fadli Hamsani, mengatakan bahwa karyawannya dapat mengawasi dan mengendalikan pabrik secara real time. Ia menambahkan, Schneider Electric terintegrasi dengan sebuah aplikasi bernama EcoStructure.

EcoStructure disini berperan sebagain IoT yang memungkinkan perusahaan mengendalikan secara real time dan menyambungkan aset yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan begini, karyawan dapat mengontrol penggunaan energi dan produktivitas pabrik. Dilaporkan bahwa saat ini tiga pabrik di Batam dan satu pabrik di Cikarang telah terhubung dengan aplikasi EcoStructure.

Source: The Engineering
kantor Industri 4.0 Manufaktur

Jika membicarakan tentang revolusi industri 4.0 manufaktur, tentu virtual reality dan augmented reality juga turut memegang peran penting. Belakangan ini sudah banyak perusahaan manufaktur yang telah menggunakan pelatihan virtual reality dan pelatihan augmented reality kepada karyawan mereka. Kira-kira, apa itu virtual reality dan augmented reality?

Virtual reality atau disingkat menjadi VR adalah sebuah teknologi yang dapat membawa seseorang ke dalam dunia virtual. Pengguna hanya perlu memakai headset dan konsol VR saja untuk menjelajahi dunia virtual. Di dalam dunia virtual tersebut, pengguna dapat mempelajari banyak hal juga.

Selain virtual reality, ada juga augmented reality. Teknologi ini mungkin lebih sering Anda temukan di kehidupan sehari-hari. Media sosial Instagram memiliki fitur Instagram story dan di dalamnya seseorang dapat menggunakan filter. Filter ini lah yang menggunakan teknologi augmented reality.

Pada dasarnya, augmented reality atau AR merupakan teknologi yang dapat mengubah suatu hal di dunia nyata, namun perubahan ini hanya dapat dilihat melalui layar saja. Contoh paling mudah ialah filter pada Instagram.

Dengan adanya revolusi industri 4.0 manufaktur, tidak heran bahwa kedua teknologi ini juga cukup diminati perusahaan. Pasalnya, sekarangpun juga ada pelatihan virtual reality dan pelatihan augmented reality. VR training dan AR training ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur di luar negri, guna untuk melakukan pelatihan karyawan.

Dengan kedua pelatihan tersebut, karyawan dapat dilatih berbagai hal dari mulai merakit, melakukan perawatan mesin, hingga seolah-olah karyawan pelatihan benar-benar turun ke lapangan. Menurut perusahaan yang telah menggunakan VR training dan AR training, perusahaan telah mendapat banyak keuntungan. Meminimalisir waktu dan biaya untuk training merupakan dua dari banyak keuntungan yang didapatkan setelah menggunakan pelatihan virtual reality dan pelatihan augmented reality.

Apakah Anda juga tertarik untuk melakukan VR dan AR training untuk karyawan di perusahaan Anda? Yuk, lakukan konsultasi tanpa dipungut biaya ke Whatsapp 0811 8982 11.

Sumber Artikel: OkeZone lokadata

[Ditulis oleh Toska Dhia Andana]

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda

Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda.

Write a Comment

Konsultasi Gratis, untuk Anda

Beragam fitur Virtual dan Augmented Reality telah kami sediakan untuk berbagai tujuan dan kebutuhan. Ketahui mana yang terbaik untuk anda secara cuma-cuma.