Contoh dan Penerapan Pelatihan Safety Induction Karyawan Baru Manufaktur di Industri 4.0

Contoh dan Penerapan Pelatihan Safety Induction Karyawan Baru Manufaktur di Industri 4.0

Kemampuan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) untuk pelatihan karyawan bukanlah hal yang baru di kalangan industri 4.0. Di luar negeri sendiri, sejumlah perusahaan sudah membuktikan efektivitas training virtual reality dalam menjalankan pelatihan keselamatan kerja. 

Berbagai perusahaan manufaktur memanfaatkan VR untuk menjelaskan perihal pentingnya keselamatan kerja. Sama halnya dalam menerangkan prosedur keselamatan kerja. Sebagai pemilik perusahaan, tentu kamu ingin para pekerja tetap aman ya. Kira-kira apa saja ya contoh dan penerapan VR dalam pelatihan safety induction? Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini!

Lihat juga: “VR untuk Training Perusahaan: Kecanggihan Teknologi untuk Keselamatan”

Definisi Safety Induction

Sebelum merancang simulasi VR untuk pelatihan karyawan, perlu kamu ketahui pentingnya simulasi keselamatan terlebih dahulu. Sebenarnya, apa sih safety induction itu?

Pada dasarnya, safety induction atau induksi keselamatan adalah pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja pada lokasi yang memiliki resiko keselamatan tertentu. Istilah ini dikenal juga dengan safety and health environment, atau dalam bahasa Indonesia, keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Standar Internasional dalam manajemen kesehatan dan keselamatan kerja diatur dalam ISO 45001. Dalam peraturan ini, terdapat 10 klausul yang perlu diterapkan dalam organisasi guna meningkatkan sistem manajemen K3. Di Indonesia sendiri, keselamatan kerja diatur oleh UU no.1 Tahun 1970.  

safety induction
Foto oleh Industr.com

Mengapa Safety Induction Penting?

Dilansir dari Bisnis.com, data BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2021 menunjukkan ada 65,89% klaim kasus kecelakaan di lokasi kerja dengan rentang waktu paling besar pada pukul 06:00 hingga 12:00. Salah satu faktor yang memicu terjadinya kecelakaan kerja adalah akibat kurangnya kesadaran pekerja maupun perusahaan akan pentingnya keselamatan dalam bekerja. 

Dengan adanya induksi keselamatan, diharapkan kemungkinan kecelakaan selama bekerja atau kunjungan dapat dikurangi. Karyawan baru hingga tamu diharapkan sadar akan bahaya yang mengancam dan juga mampu menghadapi resiko terkait bila terjadi. Pelatihan ini perlu dilakukan setiap kali ada perubahan penting terkait fasilitas kerja. Induksi ulang diharapkan bisa menyegarkan ingatan pekerja akan bahaya dan pengendalian keselamatan kerja. 

Siapa Target Safety Induction?

Induksi keselamatan perlu dilaksanakan pada karyawan yang baru diterima disuatu perusahaan sebelum memasuki wilayah kerja. Hal ini juga berlaku pada karyawan yang pindah dari suatu unit kerja ke unit kerja lainnya dengan tugas dan lokasi yang berbeda. Selain pekerja, tamu maupun kontraktor yang memasuki area kerja juga perlu mendapatkan pelatihan ini. Induksi yang dilakukan juga bervariasi mengikuti informasi yang dibutuhkan ya. Sebagai contoh, induksi lokal bersifat lebih spesifik dibandingkan induksi umum. Induksi tamu biasanya lebih singkat, sedangkan induksi ulang dilakukan pada karyawan yang kurang paham akan aspek K3 saat melaksanakan tugas. 

Metode Safety Induction

Materi induksi keselamatan dapat disesuaikan dengan lingkungan kerja, industri dan jenis pekerjaan. Namun umumnya, materi yang dijelaskan adalah sebagai berikut: 

  1. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan.
  2. Pengenalan area khusus, seperti smoking area, tempat ibadah, toilet dan lain-lain.
  3. Peraturan standar, semisal tidak boleh membawa senjata tajam, tidak boleh tidur selama jam kerja dan sebagainya.
  4. Alat pelindung tubuh yang harus dipakai selama kerja.
  5. Prosedur keadaan darurat, seperti cara menggunakan alat emergency.
  6. Prosedur pelaporan kecelakaan.
  7. Bahaya spesifik pada area tempat ia bekerja dan cara mengendalikannya.
  8. Khusus kontraktor, jelaskan prosedur pembuatan izin kerja.

VR untuk Safety Induction

Dalam menyampaikan materi K3, perusahaan bisa menjelaskan langsung secara konvensional melalui supervisor. Cara lain yang lumrah dipakai ialah memutar rekaman pelatihan dalam format video dengan alat peraga. Seiring dengan berkembangnya teknologi untuk bisnis, informasi ini bisa diberikan melalui alat bantu K3 dan 3D interactive virtual reality (VR). 

Dengan bantuan VR, pekerja tak hanya mendengarkan penjelasan, namun juga bisa merasakan pengalaman simulasi pelatihan yang seakan nyata. Teknologi ini melibatkan pekerja secara interaktif pada ruang realitas virtual berdasarkan lingkungan kerja yang sesungguhnya. Melalui teknologi ini, pekerja dapat lebih memahami materi K3 dan keselamatannya pun tetap terjamin. Tur 360 derajat juga dapat dilakukan dengan bantuan VR ya. 

Safety Induction Porsche
Foto oleh Porsche

Penerapan Induksi Keselamatan dengan VR

Selain sukses di dunia gaming dan hiburan, VR juga bermanfaat untuk memastikan keselamatan kerja. Dengan VR, proses pelatihan evakuasi fire drill, scaffolding hingga korsleting listrik dapat dilakukan dengan aman. Sebagai contoh, Porsche menggunakan VR untuk mengedukasi pekerjanya. Perusahaan manufaktur mobil asal Jerman ini menggunakan perangkat headset Oculus Go VR dalam mengedukasi perihal komponen apa saja yang dibutuhkan dalam membuat kendaraan listrik. 

Selain resiko keselamatan kerja dalam perusahaan otomotif, VR juga bisa digunakan untuk training di industri ritel. Perusahaan retail ternama, Walmart, memanfaatkan VR dalam pelatihan keselamatan. Dalam penerapannya, pekerja dilatih untuk mengatasi konflik dengan berbagai macam karakter pengunjung. Inilah contoh penerapan induksi kerja yang dipersonalisasi menurut kebutuhan industri. Tentunya, VR mampu memfasilitasi pelatihan ini menjadi lebih efektif ya. 


Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu tertarik untuk mengimplementasikan safety induction dengan VR di kantormu? smarteye.id menyediakan layanan instalasi VR dan AR yang bisa tingkatkan kinerja bisnismu. Kamu juga bisa baca berbagai informasi teknologi untuk bisnis hanya di laman smarteye.id

Contoh dan Penerapan Pelatihan Safety Induction Karyawan Baru Manufaktur di Industri 4.0

Nada Syafira

Jakartans who writes in exchange for mouth-watering delicacies by weekdays. A whimsical wanders who travels by weekend.

Related Content