Memasuki Era Perubahan Model Bisnis, Ini Dia Sejumlah Industri di Metaverse yang Sudah Untung!

Memasuki Era Perubahan Model Bisnis, Ini Dia Sejumlah Industri di Metaverse yang Sudah Untung!

Baru-baru ini industri di metaverse menarik perhatian dunia mulai dari teknologi global, bisnis, dan keuangan. Namun, sebagian besar orang masih menganggap bahwa teknologi tersebut hanya tentang game dan dunia online. Padahal, metaverse dapat digunakan untuk berbagai hal seperti seni, hiburan, marketing, dan masih banyak lagi.

Melalui adopsi teknologi ini, perusahaan bisa membentuk cara baru untuk berinteraksi atau terhubung baik dengan perusahaan lain maupun pelanggan mereka. Oleh karena itu, peluang industri di metaverse dinilai sebagai gerbang baru menuju perubahan model bisnis dengan pengalaman digital.

Berdasarkan analisis Bloomberg Intelligence, pendapatan pasar metaverse secara global diperkirakan dapat mendekati $800 miliar pada tahun 2024. Coba kamu bayangkan, bagaimana sesuatu yang tidak sepenuhnya nyata bisa memiliki peluang pasar sebesar itu? Bahkan, perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Apple saja berani berinvestasi dalam jumlah besar di metaverse.

Teknologi ini juga telah memiliki memiliki segudang kegunaan yang menarik di berbagai industri. Apa saja industri yang telah menggunakan teknologi ini? Baca daftar lengkapnya di bawah ini!

Daftar Industri yang Telah Menggunakan Teknologi Metaverse

Edukasi

Metaverse memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif tanpa memerlukan infrastruktur dan biaya mahal. Maka tak heran jika pendidikan merupakan salah satu industri di metaverse yang ramai digandrungi para pelajar. Tidak ada batasan geografi, sosial, budaya, dan ekonomi sehingga memberikan kemudahan bagi pelajar ketika mengakses konten edukasi.

Zaman sekarang, semua perusahaan diharuskan untuk meningkatkan keterampilan karyawan mereka. Oleh karena itu, teknologi VR dalam metaverse sangat membantu pelatihan hardskill dan softskill melalui simulasi pekerjaan yang jauh lebih cepat dipahami. Selain perusahaan, institusi pendidikan juga tak mau kalah memanfaatkan teknologi ini untuk menyediakan pembelajaran jarak jauh melalui kampus virtual.

Contohnya, hotel Hilton yang mulai beralih ke teknologi VR untuk meningkatkan pembelajaran dan pengembangan karyawannya. Menggunakan platform Oculus for Business, karyawan melatih keterampilan perhotelan melalui simulasi skenario dunia nyata guna peningkatan kualitas layanan.

Tentunya kamu tak asing dengan Minecraft bukan? Ternyata game tersebut dimanfaatkan oleh salah satu universitas di Korea Selatan untuk mengadakan upacara penerimaan siswa baru secara virtual. Wah, unik ya!

Media dan Entertainment

Media dan hiburan merupakan industri di metaverse selanjutnya yang sedang banyak diminati. Hal ini dikarenakan selama pandemi Covid-19, media dan hiburan yang awalnya dilakukan tatap muka atau offline berubah menjadi online. Sehingga, metaverse dijadikan sebagai platform bagi audiens untuk menikmati berbagai jenis konten media secara virtual.

Maka tak heran jika beberapa artis dan acara pun akhirnya menggelar konser virtual pertama mereka guna mengatasi masalah tersebut. Melalui cara ini, audiens dari manapun dapat tetap terhubung satu sama lain dalam satu ruang tanpa adanya batasan fisik.

Untuk melibatkan penggemar mereka lebih dalam ke dunia virtual, Disney berencana membentuk metaverse-nya sendiri yang disebut Next-Generation Storytelling. Pasalnya, perusahaan hiburan ini akan menghidupkan karakternya sekaligus memperluas waralabanya melalui perpaduan fisik dan digital dalam satu lingkungan.

Baca juga: Walt Disney Hadirkan Wahana Bermain Virtual dengan Metaverse Disney

Retail

Bagaimana bisa ada toko virtual? Tentunya berkat 3D, AR dan VR, retail menjadi industri di metaverse yang berperan dalam memunculkan generasi e-commerce berikutnya yaitu virtual shopping.

Teknologi metaverse berhasil memvisualisasikan produk jual dengan keunikan tersendiri yang disertai detail informasi tentang produk tersebut. Hal ini membantu meyakinkan pelanggan dalam menentukan keputusan yang tepat. Kemudian, banyak perusahaan yang mulai menyoroti potensi besar metaverse untuk retail, karena dinilai mampu meningkatkan penjualan secara cepat.

Misalnya, metaverse Fashion Week yang berlangsung di Decentraland. Di mana brand Tommy Hilfiger, Dolce & Gabbana, dan Cavalli memamerkan koleksi Musim Semi 2022. Namun yang unik, pakaian yang dikenakan pada fashion show tidak dijual secara langsung. Pengunjung nantinya dapat membeli pakaian tersebut sebagai aset NFT, dan kemudian menukarkannya sebagai produk fisik di toko terdekat.

Seiring pertumbuhan industri di metaverse, beberapa perusahaan e-commerce seperti Amazon, eBay, dan Shopify juga terdorong untuk membuka jalur pendapatan baru melalui platform canggih tersebut. Pemasaran organik yang mereka lakukan ternyata terbukti menarik jutaan konsumen setiap harinya. Bahkan ketiga perusahaan tersebut rata-rata mengalami konversi 94% lebih tinggi setelah bergabung ke metaverse.

Baca juga: Penggunaan Fashion di Metaverse? Gimana Caranya?

Gaming

Bermain game di metaverse bukanlah hal baru. Maka tak heran jika gaming adalah salah satu industri di metaverse yang paling unggul, karena anak-anak dan orang dewasa bebas mengaksesnya. Apalagi industri gaming selalu menarik perhatian sektor swasta untuk menanamkan investasi.

Game adalah lingkungan online terbuka yang interaktif dan berisi avatar para pemain. Avatar yang digunakan juga dapat dikustomisasi sesuai keinginan mereka. Selain untuk berinteraksi secara real-time, industri game dalam metaverse juga membangun kerja sama dengan beberapa merek terkenal seperti NFL, Ralph Lauren, Nike, dll.

Video games seperti Fortnite, Second Life, Roblox dan Minecraft adalah contoh terbaik dari bagaimana metaverse beroperasi. Seluruh komunitas online yang beroperasi akan berinteraksi, bersosialisasi, dan bertransaksi bersama secara virtual. Bentuk transaksi disini berarti jual beli item dalam bentuk NFT yang nantinya dapat digunakan di metaverse lain.

Real Estate

Ini mungkin terdengar asing dan aneh, tetapi real estat juga termasuk salah satu industri di metaverse yang berkembang pesat. Teknologi ini menawarkan potensi bagi agen real estat yang bekerja dengan pembeli atau penjual jarak jauh.

Misalnya, kamu melakukan penelusuran lokasi atau calon rumah yang ingin dibeli atau sewa serta mengawasi pembangunan yang masih berlangsung dengan menggunakan VR. Kini bukan lagi tanah kavling yang bisa dijual, perusahaan Decentraland ternyata menjual tanah virtual loh. Dimana tanah ini biasanya digunakan perusahaan untuk membangun kantor pusat virtual atau menciptakan pengalaman online bagi staf dan klien.

Manufaktur

Perkembangan industri di metaverse yang semakin pesat ternyata memberikan dampak positif pada pabrik manufaktur. Dimana model proses produksi sekarang sudah beradaptasi dengan penggunaan teknologi virtual. Itulah sebabnya strategi manufaktur saat ini didasarkan pada pengoptimalan logistik dan teknis.

Melalui metaverse, perusahaan di bidang manufaktur dapat mengimbangi biaya tenaga kerja, overhead, inventaris, dan kecepatan secara merata. Bagaimana bisa? Yap, metaverse memungkinkan karyawan dari lokasi berbeda untuk bertemu dan bekerja bersama di dalam satu ruang virtual.

Pernah terbayang untuk menjalankan siklus produksi sepenuhnya dalam simulasi virtual? Itulah yang dilakukan BMW. Pabrikan mobil Jerman ini menguji setiap perubahan di dalam pabrik virtual tanpa menghentikan produksi. Berkat teknologi metaverse, BMW dapat melakukan efisiensi biaya dan waktu yang lebih besar serta memberdayakan lebih banyak tenaga kerja untuk merancang, menciptakan, dan memproduksi.

Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kelemahan Penerapan VR di Industri Manufaktur!

Arsitektur dan Engineering

Metaverse membuka peluang besar bagi arsitek dan mekanik untuk bertemu dengan cara baru dan lebih efisien tanpa terikat oleh batasan fisik. Oleh karena itu, arsitektur dan mesin menjadi bagian dari industri di metaverse yang memanfaatkan potensi rendering 3D, teknologi virtual dan augmented reality.

Apa yang bisa dilakukan arsitek dan mekanik dalam metaverse? Kedua industri tersebut dapat mendesain konsep properti mulai dari bangunan, wilayah atau kota, hingga tanah kavling. Selain itu, mereka juga bisa memudahkan konstruksi, merancang model 3D, menguji ketahanan mesin, dan masih banyak lagi.

Kehadiran metaverse sebagai tempat berkumpul dan bekerja yang efektif sangat membantu para mekanik dan arsitek untuk saling berbagi ide kreatif. Misalnya, NVIDIA Omniverse, adalah salah satu platform virtual bagi siapapun untuk berkolaborasi dalam membuat simulasi dunia digital dengan aset 3D.


Setelah membaca penjelasan mengenai berbagai industri di metaverse, sekarang kita bisa tahu bahwa metaverse tidak dimiliki dan dibangun oleh satu perusahaan saja. Melainkan banyak industri yang ikut berkontribusi untuk mewujudkan transformasi digital 4.0. Jika kamu sebagai pelaku bisnis, apakah masih ragu untuk berinvestasi di dunia metaverse? Jangan ragu lagi, segera hubungi smarteye.id karena kami akan membantu mewujudkan bisnis impian mu!

Memasuki Era Perubahan Model Bisnis, Ini Dia Sejumlah Industri di Metaverse yang Sudah Untung!

Veronica Heny

Never thought i could become a writer. This is my favorite crime.

Related Content