Badan Sakit karena Olahraga? Ternyata Bisa Diminimalisir dengan Virtual Reality, Loh

Kabar baik untuk anda pecinta  (atau anda yang baru mau memulai) olahraga. ini simulasi VR untuk kebugaran mulai banyak dikembangkan. Namun, bukan hanya untuk senang-senang melainkan ada juga hasil nyatanya untuk tubuh. Mau tahu gimana hasilnya?

 

simulasi VR untuk olahraga_manfaat VR_smarteye(dot)id
Ilustrasi simulasi VR saat olahraga. Foto: VR Fitness Insider

 

Cedera akibat olahraga merupakan efek yang subjektif pada setiap orang — ada yang merasakan, ada yang tidak. Sakit setelah olahraga bisa disebabkan oleh ketidaknyamanan tubuh, jaringan yang cedera ringan, ataupun stimulasi sel saraf. Kemampuan seseorang pulih dari rasa sakit ini tergantung pada banyak faktor, misalnya usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dan lain-lain.

Nah, bagi Anda yang kerap merasakan badan sakit setelah olahraga, ada kabar menyenangkan nih. Kini simulasi VR untuk kebugaran mulai banyak dikembangkan. Namun, bukan hanya untuk senang-senang melainkan ada juga hasil nyatanya untuk tubuh. Dilansir dari Breaking Muscle, ilmuwan dari Universitas Kent meneliti tentang penggunaan headset VR selama olahraga untuk mengurangi sakit. Mau tahu seperti apa penelitiannya?

 

Olahraga dengan VR. Credit to Wareable
Olahraga dengan VR. Credit to Wareable.

 

Penelitian yang dipimpin oleh kandidat PhD, Maria Matsangidou, dilakukan untuk menentukan pengaruh headset VR terhadap performa olahraga. Kriteria yang diukur antara lain detak jantung, intensitas sakit, kelelahan, rentang waktu lelah, dan private body consciousness.

Untuk penelitian ini, para peneliti memonitor 80 orang yang melakukan rangkaian isometric bicep curl seberat 20% dari jumlah maksimum beban yang sanggup mereka angkat. Peserta dipecah menjadi dua grup, yang sebagian berperan sebagai pengendali yang mengangkat beban dan ditempatkan di ruangan berisi kursi, meja, dan alas yoga. Di lain sisi, grup VR ditempatkan di ruangan yang sama dengan isi yang juga sama. Namun, mereka dipakaikan headset VR dan diperlihatkan lingkungan visual yang sama termasuk visual tangan dan beban. Mereka pun mengangkat jumlah beban yang sama dengan grup non-VR.

Hasilnya, ada perbedaan dalam rasa sakit olahraga yang dialami mereka yang memakai headset VR. Data menunjukkan, setelah satu menit grup VR mengalami 10% cedera lebih rendah dibandingkan grup non-VR. Lebih jauh lagi, rentang waktu yang dilewati hingga mencapai lelah sekitar 2 menit lebih lama daripada non-VR. Detak jantungnya pun lebih pelan, 3 BPM, dibandingkan grup non-VR.

Selain itu, hasil studi menunjukkan tidak ada akibat PBC (private body consciousness) yang signifikan pada pengguna VR. Penelitian sebelumnya menyatakan, orang yang memiliki tingkat PBC tinggi cenderung memahami tubuh sendiri sehingga kemungkinan cedera lebih tinggi. Bagaimanapun, studi menunjukkan simulasi VR efektif mengurangi efek cedera dan PBC pun tidak mengurangi efek ini.

Demikian itu, kemajuan yang ditunjukkan grup VR menyimpulkan bahwa cara ini mungkin saja memberi motivasi orang yang ingin olahraga namun khawatir pada cedera. Maria berkata, “Data menunjukkan bahwa teknologi virtual reality bisa meningkatkan performa selama olahraga berdasarkan beberapa kriteria. Ini bisa diterapkan kepada siapa pun, mulai dari yang sesekali olahraga sampai atlet profesional.”

Kini kita tahu kalau simulasi VR memiliki manfaat lain di luar edukasi dan training, ya. Lingkungan 3D interactive yang dilihat menggunakan headset VR juga akan memberi pengalaman lain selama olahraga. Simulasi VR untuk olahraga bisa dicoba melalui beberapa aplikasi VR fitness games. Misalnya Box VR, Beat Saber, dan Superhot VR untuk penggemar first-person shooter. Jika Anda berminat, banyak games olahraga yang bisa diinstal terlebih dahulu kemudian rasakan sensasi olahraganya.

 

(Ditulis oleh Novrisa Wulandari)

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *