Mengenal Teknologi AR (Augmented Reality) dan Kegunaannya yang Dapat Kita Nikmati

<strong>Mengenal Teknologi AR (Augmented Reality) dan Kegunaannya yang Dapat Kita Nikmati</strong>

Pernahkah kamu mendengar istilah augmented reality? Teknologi augmented reality (AR) ini sebenarnya sudah cukup erat dengan kehidupan sehari-hari.

Mungkin saja kamu juga sudah mengenal penggunaan teknologi AR sebelumnya. Keuntungan menggunaan AR sendiri beragam, termasuk mengurangi kerugian pebisnis akibat dampak Covid-19.

Inovasi ini juga biasanya dilengkapi dengan perangkat tambahan seperti headset AR untuk pengalaman yang lebih menyenangkan. Artikel ini akan membahas definisi dan kegunaan AR lebih lengkap. Yuk, baca selengkapnya di sini!

headset AR
Foto oleh The Verge

Definisi Augmented Reality 

Augmented reality adalah teknologi di mana kamu bisa merasakan pengalaman interaksi virtual yang lebih hidup dengan bantuan video, audio dan gambar animasi 2D atau 3D. Lalu, apakah virtual reality (VR) dan augmented reality ini sama? Tidak, kedua teknologi ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan meski bisa digunakan secara bersamaan. 

Perbedaan AR dan VR

Teknologi VR bisa membawamu ke dalam dunia virtual yang berbeda. Teknologi VR ini bisa membantu mata manusia untuk melihat tampilan digital dengan lebih memukau.

Contoh aplikasi VR pada dunia nyata adalah game Batman Arkham VR menggunakan bantuan Oculus Rift. Pada permainan ini, kamu bisa masuk ke dalam dunia game dan memecahkan misteri kriminal yang seakan nyata dengan bantuan peralatan canggih tambahan. 

Berbeda dengan VR, AR menggabungkan pengalaman virtual dengan dunia nyata. Sebagai contoh, merk cat terkenal, Dulux, mempunyai aplikasi dengan fitur simulasi warna cat tembok.

Kamu bisa mencoba berbagai warna cat Dulux hanya dengan mengarahkan smartphone pada dinding yang ingin dicat ulang. Tentu saja, warna dinding pada dunia nyata tidak akan berubah dalam seketika. Namun, kamu bisa melihat perubahannya melalui aplikasi dan mendapat gambaran hasil akhir untuk dijadikan bahan pertimbangan sebelum membeli cat. 

Jenis Augmented Reality

Ada berbagai jenis augmented reality, berikut diantaranya:

Marker Based Augmented Reality

AR jenis ini memiliki fungsi pengenalan gambar. Diperlukan objek visual khusus dan kamera untuk melakukan pemindaian.

Objek visual ini umumnya berbentuk kode QR maupun simbol khusus lainnya. Komponen AR ini berlaku sebagai penanda yang bisa menampilkan desain digital untuk mata pengguna.

Markerless Augmented Reality

Teknologi AR semakin meluas dengan adanya kemampuan markerless ini. Teknologi yang digunakan meliputi GPS, akselerometer, dan kompas digital.

Markerless augmented reality ini bisa ditemukan dalam ponsel dengan kemampuan pendeteksian lokasi. Jenis AR ini juga biasanya hadir pada aplikasi AR peta digital.

Projection Based Augmented Reality

Projection based augmented reality bekerja dengan memproyeksikan cahaya buatan pada permukaan lingkungan sekitar. Pengguna juga mungkin saja bisa berinteraksi dengan proyeksi AR.

Perubahan gerak manusia dapat mempengaruhi tampilan gambar animasi dan model AR ini. Jika kamu pernah menonton Star Wars, mungkin kamu tidak asing dengan tampilan hologram pada film itu ya.

Superimposition Based Augmented Reality

Teknologi superimposition based augmented reality mengenali objek dengan baik. Teknologi AR ini dapat menggantikan sepenuhnya atau sebagian tampilan lingkungan nyata dengan objek visual.

Contoh Penerapan Augmented Reality

Salah satu faktor yang membuat augmented reality banyak dikenal ialah game Pokemon. Karakter Pokemon sekaan bisa tampil di lingkungan nyata. Pemain cukup memindai area sekitar untuk lihat karakter Pokemon yang ingin ditangkap.

Contoh penerapan augmented reality yang dekat dengan kehidupan sehari-hari lainnya ialah penggunaan filter pada sosial media seperti Instagram. Sebelumnya, apakah kamu pengguna Instagram?

Jika ya, kemungkinan besar kamu pernah menggunakan filter foto dan video gambar animasi dari aplikasi ini. Saat menggunakan filter instagram, wajahmu di dunia nyata tidak akan berubah, hanya tampilan dalam smartphone saja.

Nah, hal ini bisa terjadi dengan bantuan augmented reality. Kedua contoh ini membuktikan bahwa Pokemon Go dan Instagram menggunakan teknologi AR interactive. Selain contoh diatas, kira-kira apa lagi penggunaan augmented realitydi kehidupan sehari-hari, ya?

Manfaat Augmented Reality

Retail

Selain Dulux, ada berbagai bisnis di bidang retail yang menggunakan teknologi AR. IKEA, GAP, Amazon dan Sephora termasuk dalam bisnis retail yang memanfaatkan inovasi canggih ini.

Tentunya, masih banyak perusahaan lainnya yang juga memanfaatkan AR. Mengapa demikian? Kebanyakan dari perusahaan ini berupaya memudahkan pembeli dan juga menarik calon konsumen untuk membeli produk mereka.

IKEA merupakan salah satu perusahaan yang sudah cukup lama menggunakan AR. Teknologi AR disematkan pada aplikasi gratis yang bisa dipakai para calon pembeli.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk menampilkan produk IKEA di rumah calon pembeli melalui kamera smartphone. Kamu hanya perlu bidik kamera ke area ruangan yang diinginkan dan letakkan perabotan pilihan secara virtual untuk melihat hasil akhirnya. 

Dengan aplikasi IKEA, kamu bisa melihat apakah produk yang ingin kamu beli cocok dengan ruangan asli di rumahmu. Tentunya, inovasi ini sangat memudahkan pembeli karena dapat memudahkan konsumen mencoba produk di rumahnya sendiri, meski secara virtual. Melihat kondisi ini, tentu augmented reality adalah masa depan.

IKEA Augmented Reality
Foto oleh Medium

Selain lebih menarik pembeli, penggunaan teknologi AR menjadi solusi bisnis di tengah pandemi COVID-19. Penerapan AR dapat digunakan pada sektor bisnis lain seperti department store, toko baju, sepatu dan sejenisnya.

Calon pembeli tak perlu datang ke toko untuk mengurangi kerumunan sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19. Dengan AR, calon pembeli bisa memindai gambar produk ke badan dan menilai kecocokannya.

Jika sesuai, pembelian bisa dilakukan secara online. Hal ini diharapkan bisa meringankan beban kerugian yang dialami industri ritel hingga Rp 250 triliun akibat pembatasan sosial karena COVID-19. 

Potensi AR tidak hanya membantu industri besar saja, lho! Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia industri, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga dapat mengurangi kerugian atas 47% kebangkrutan yang dialami dengan inovasi ini. Teknologi AR dapat membantu menstablikan penjualan, memantapkan promosi dan menjaga kelancaran arus kas.

Pendidikan

Selain untuk kepentingan promosi produk dan pemasaran, AR juga sangat berguna untuk menunjang industri pendidikan. Bayangkan, penyampaian materi pelajaran yang biasanya membosankan dan membuat ngantuk bisa diubah menjadi seru.

Hanya dengan membuka halaman-halaman buku pelajaran dan mengarahkan gadget, materi pelajaran bisa dinikmati dengan lebih atraktif. Melihat keseruan penyampaian materi melalui augmented reality pendidikan, tidak berlebihan jika kita berharap kualitas pembelajaran akan meningkat. Siswa jadi lebih mudah paham, praktikum pun bisa dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Fasilitas seperti alat-alat laboratorium bisa menjadi lebih lengkap lagi dengan adanya konten augmented reality di pendidikan. Dengan ini, siswa diharapkan bisa merasakan pengalaman belajar yang lebih baik lagi. 

Lihat juga: “Mainan Edukatif dengan Augmented Reality

Kesehatan

Augmented Reality dalam kesehatan
Foto oleh MedCity News

Tak hanya pendidikan, AR juga sangat dibutuhkan dalam dunia kesehatan. Salah satunya untuk menjadi sarana edukasi.

Pengenalan anatomi tubuh manusia bisa menjadi lebih efisien dengan menggunakan animasi 3 dimensi sebagai medianya. Hal ini dapat menunjang kinerja dokter, perawat bahkan mahasiswa untuk mendapat gambaran mengenai posisi, bentuk hingga metode dalam melakukan tindakan medis. 

Tidak berhenti di situ, AR juga dapat membantu dokter berkonsultasi dan menangani pasien dari jarak jauh atau telemedicine. Hal ini menjadi semakin dibutuhkan, terlebih di masa pandemi COVID-19. Pasien dan dokter tidak perlu khawatir karena AR dapat memfasilitasi interaksi minim diantara keduanya.  

Pariwisata

Apakah kamu suka traveling? Bagaimana penerapan AR dalam industri pariwisata?

Traveling digemari banyak orang, tetapi apakah kamu pernah merasa kesulitan mencari jalan atau tidak mengerti suatu bahasa ketika pergi ke luar negeri? Tenang saja, sekarang sudah ada berbagai aplikasi yang akan membantu kamu jika menghadapi kedua hal tersebut.

Yang pertama, ada aplikasi keluaran Apple bernama ARTKit. Aplikasi ini hampir mirip dengan aplikasi navigasi pada umumnya.

Bedanya, kamu bisa melihat rute dan penjelasan secara real-time melalui aplikasi ini. Misalnya, saat pergi ke bandara dan hilang arah, kamu bisa aktifkan aplikasi ini.

ARTkit akan menampilkan garis petunjuk di smartphone dan mengarahkanmu hingga sampai ke tempat tujuan. Kalau kamu mencari sebuah toko tertentu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan penjelasan singkat mengenai toko tersebut.

Teknologi ini dikenal juga sebagai AR wayfinding. Menarik, bukan? Sayangnya, aplikasi ini hanya bisa didapat bagi pengguna produk Apple, yaitu iPad dan iPhone.

Augmented Reality di Pariwisata
Foto oleh ARPost

Berikutnya, Google membuat terobosan melalui Google Translate. Kalau kamu bepergian keluar negeri dan menemukan tulisan dengan bahasa lokal di jalan, kamu tidak perlu mengetik secara manual di aplikasi untuk mengetahui artinya.

Kamu hanya perlu mengarahkan kamera smartphone ke tulisan yang ingin diartikan. Secara instan, arti dari tulisan tersebut akan muncul di layar smartphone. Berkat aplikasi Google Translate, kamu dapat traveling dengan aman dan nyaman.

google glass
Foto oleh Nerdist.com

Dengan bantuan set kacamata Google Glass, kamu bahkan bisa menerjemahkan dan menyalin secara real time, lho. Bayangkan jika kamu sedang bercengkrama dengan orang asing, kamu bisa langsung pahami maksud lawan bicara dan dapat menanggapi dengan baik tanpa perlu membuka ponsel terlebih dahulu. Canggih bukan Google Glass ini?


Teknologi augmented reality sangat membantu dalam berbagai hal. Tentunya, inovasi AR ini juga dapat membantu usaha untuk berkembang.

Kalau kamu pelaku bisnis di bidang kecantikan, kamu bisa menerapkan AR untuk pelanggan yang kesulitan mencoba warna lipstik dan bedak. Beberapa brand seperti Wardah, L’oreal, JDID, sudah membuktikan keberhasilan teknologi ini.

Tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan teknologi AR? Kamu bisa pelajari lebih lanjut hanya dengan klik di sini!

<strong>Mengenal Teknologi AR (Augmented Reality) dan Kegunaannya yang Dapat Kita Nikmati</strong>

Nada Syafira

Jakartans who writes in exchange for mouth-watering delicacies by weekdays. A whimsical wanders who travels by weekend.