Tahukah kamu, ada teknologi yang bisa melacak wajah manusia secara digital? Kemampuan ini kerap dikenal sebagai teknologi facial recognition. Metode ini mampu mengidentifikasi dan mengkonfirmasi identitas seseorang hanya melalui tampilan wajahnya saja. Sistem ini dapat memindai melalui foto, video, maupun secara langsung. Biasanya, teknologi facial recognition digunakan untuk membantu mencari orang hilang, menjaga keamanan dan mengidentifikasi wajah pelaku kriminal.

Manfaat Teknologi Facial Recognition

Sejarahnya, teknologi facial recognition sudah ada dari tahun 1960-an. Seorang ilmuan komputer bernama Woodrow Wilson Bledsoe pertama kali mengembangkan sistem yang mampu mengkasifikasikan berbagai foto wajah. Kemudian, pihak penegak hukum mulai tertarik dengan inovasi ini dan mengembangkan sistem pemindaian wajah sendiri. Namun, pada tahun 2001 teknologi facial recognition mulai dikenal secara luas dan digunakan pada acara Super Bowl XXXV.

Pada tahun 2011, sistem pemindaian berhasil mengidentifikasi teroris Osama bin Laden. Secara lebih umum, facial recognition juga dipakai secara komersil pada telepon genggam dan perangkat pribadi lainnya. Tentunya, kamu pasti sudah tak asing lagi dengan Face ID pada perangkat iPhone dari Apple ya.

Lihat juga: “Penggunaan Teknologi untuk Penanggulangan Bencana Alam”

Facial Recognition Tuai Kritik 

Teknologi Facial Recognition
Foto dari Inews

Meski memiliki banyak manfaat, inovasi ini menuai sejumlah kontroversi dari publik. Pasalnya, teknologi facial recognition dianggap mengancam hak privasi masyarakat. Dengan adanya kemampuan pelacakan pergerakan, muncul kekhawatiran yang signifikan terhadap hak asasi manusia dan potensi terganggunya provasi pribadi.

Di Amerika Serikat sendiri, sistem pemindaian wajah menunjukkan kekurangannya dalam mengidentifikasi wanita dan etnis minoritas. Akurasi yang tidak sepenuhnya benar ini dapat menyebabkan kesalahan penangkapan identitas. Apabila data diri dalam bentuk rekaman wajah ini diakses oleh peretas, keamanan publik menjadi terancam dan menimbulkan banyak kerugian.

Penangkapan Pelaku Kriminal di Inggris 

Terlepas dari kritik di atas, Inews memberitakan bahwa pihak kepolisian di London berhasil menangkap seorang pria berusia 32 tahun. Pria tersebut merupakan tersangka pelanggaran narkoba dan kekerasan di Westminster. Dalam operasi penangkapan ini, sistem pemindaian dipasang pada unit kendaraan. Fitur kamera dan perangkat biometrik digunakan untuk memeriksa identitas publik yang berlalu-lalang secara real-time. Kemudian, data yang terkumpul diverifikasi dengan database yang ada untuk menemukan tersangka.

Teknologi facial recognition berperan sebagai alat yang cukup penting dalam proses penangkapan ini. Penggunaan sistem ini menjadi pelengkap bagi sistem kepolisian yang lebih luas demi mengatasi kejahatan dan kekerasan di berbagai wilayah Westminster. Polisi pun menyampaikan bahwa data yang tidak cocok dengan identitas pelaku kriminal akan segera dihapus.

Selain pria 32 tahun tadi, polisi juga berhasil menangkap beberapa pelaku kriminal lainnya seperti pelaku pelanggaran lalu lintas dan pelaku ancaman pembunuhan. Oleh karena itu, pihak berwajib menanggap sistem pemindaian wajah sebagai alat dengan visibilitas tinggi yang penting untuk memberantas kejahatan.


Itulah pengertian dan contoh konkret dari teknologi facial recognition. Meski menuai sejumlah kritik, teknologi ini membawa banyak manfaat bagi kemudahan sehari-hari. Untuk ketahu informasi teknologi lainnya, kamu bisa baca artikel di laman smarteye.id hanya di sini!

Dapatkan Virtual Reality & Augmented Reality Terbaik untuk Bisnis Anda

Konsultasi gratis dari Smarteye untuk kebutuhan VR dan AR Bisnis anda.

Write a Comment

Konsultasi Gratis, untuk Anda

Beragam fitur Virtual dan Augmented Reality telah kami sediakan untuk berbagai tujuan dan kebutuhan. Ketahui mana yang terbaik untuk anda secara cuma-cuma.