Berikut Penggunaan Teknologi Inovatif Artificial Intelligence Terbaru

Berikut Penggunaan Teknologi Inovatif Artificial Intelligence Terbaru

Dewasa ini, bahasa lokal atau bahasa daerah sudah minim digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak faktor yang mendorong lunturnya bahasa daerah seperti urbanisasi dan pengaruh globalisasi. Kondisi politik, ekonomi, penggunaan media massa juga mempengaruhi hal ini. Semakin kesini, minat generasi muda untuk melestarikan bahasa daerah pun berkurang.

Menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, ada kurang lebih 718 bahasa daerah di Indonesia yang kondisinya terancam punah dan kritis. Dengan begitu, kekayaan budaya, pemikiran dan pengetahuan akan bahasa daerah ikut terancam punah pula. Pemerintah berupaya meluncurkan program Revitalisasi Bahasa Daerah untuk mengatasi hal ini.

Tahukah kamu, seiring perkembangan teknologi, inovasi artificial intelligence (AI) dan teknologi imersif dapat membantu merevitalisasi bahasa daerah? Kumpulan arsip rekaman para antropolog dan peneliti dapat dijadikan dasar dari perkembangan teknologi ini, lho! Bahasa daerah akan disalin dan ditulis ulang kedalam format baru.

Teknologi inovatif artificial intelligence digunakan untuk mempelajari arsip tersebut. Kemudian, AI akan menyalin bahasa lokal agar bisa dipelajari di kemudian hari. Pengembangan teknologi voice-to-text juga bisa mempermudah proses pembelajaran bahasa pribumi ini. Tentunya, proses ini cukup memakan waktu dan menantang ya.

teknologi inovatif Artificial Intelligence
Foto oleh CBC News

Lihat juga: “Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Facial Recognition”

Sebagai contoh, teknologi inovatif artificial intelligence dapat menjadi perantara interaksi masyarakat modern dengan penduduk lokal. Kamu juga bisa merasakan perjalanan virtual ke berbagai wilayah pedalaman. Pengalaman belajar bahasa menjadi terasa lebih menyenangkan ya.

Teknologi Inovatif Artificial Intelligence Woolaroo

Untuk memahami cara kerja teknologi inovatif artificial intelligence pada pelestarian bahasa, Woolaroo bisa dijadikan contoh. Aplikasi AI merupakan hasil kerjasama Google Arts and Culture dan Yugambeh Museum di Australia. Woolaroo dibuat menggunakan fitur machine learning untuk memperkenalkan dan melestarikan bahasa yang terancam punah. 

Aplikasi AI Woolaroo memiliki fitur translasi real-time. Teknologi ini dapat mengenali gambar dan mengubah foto objek ke dalam bahasa pilihan secara langsung. Misalnya, kamu bisa ambil gambar disekelilingmu. Kemudian, Woolaroo akan menerjemahkan gambar ke dalam bahasa pilihan untuk dapat kamu pahami. Bahasa yang terdaftar di aplikasi ini cukup banyak. Diantaranya adalah bahasa Louisiana Creole, Calabrian Greek, Maori, Nawat dan masih banyak lagi.

Tak hanya memiliki kemampuan translasi bahasa, Woolaroo juga dibuat untuk mendorong minat masyarakat dalam mempelajari bahasa lokal. Masyarakat bisa berkontribusi dengan ikut menambahkan kosa kata baru, lengkap dengan rekaman suara untuk memperkaya data yang sudah ada.


Masih ada banyak lagi penggunaan teknologi inovatif artificial intelligence selain untuk melestarikan bahasa pribumi. Mungkin kamu tidak sadar bahwa kamu sudah menikmati berbagai kemudahan AI setiap harinya. Mulai dari asisten virtual hingga iklan produk secara daring.

Kalau kamu tertarik untuk ketahui informasi lebih lanjut mengenai inovasi teknologi terkini, kamu bisa kunjungi situs smarteye.id hanya dengan klik di sini ya!

Berikut Penggunaan Teknologi Inovatif Artificial Intelligence Terbaru

Nada Syafira

Jakartans who writes in exchange for mouth-watering delicacies by weekdays. A whimsical wanders who travels by weekend.