Meriahnya Pembukaan Winter Olympics 2018 yang Menggunakan Teknologi Augmented Reality

Semakin maraknya penggunaan teknologi augmented reality di berbagai industri, baru-baru ini acara pembukaan Winter Olympics 2018 juga menggunakan video AR. Perhelatan olahraga yang diadakan di PyeongChang, Korea Selatan ini berlangsung meriah pada 9 Februari lalu. Namun, salah satu hal yang menjadi banyak perbincangan adalah penggunaan video AR di dalam acara pembukaan ini.

intelolympic-smarteye(dot)id-credits to wired
Credits to Wired

Sebelumnya, apakah Anda mengetahui apa itu augmented reality? Augmented reality atau biasa disingkat sebagai AR, merupakan sebuah teknologi yang berhubungan dengan dunia nyata. Anda hanya memerlukan sebuah smartphone untuk merasakan teknologi ini. Di dalam smartphone, Anda perlu membuka aplikasi dan mengarahkan smartphone Anda ke suatu dinding, misalnya. Maka, dinding tersebut akan mengeluarkan gambar atau animasi. Tapi, tentu saja gambar tersebut tidak benar-benar terjadi. Gambar itu hanya bisa Anda lihat melalui smartphone saja.

Untuk pembukaan Winter Olympics 2018, teknologi augmented reality digunakan di akhir pembukaan, hanya beberapa menit sebelum acara selesai. Pembukaan ini sendiri dibuka dengan menampilkan budaya khas Korea Selatan dan disusul dengan para atlet yang memasuki stadium diiringi lagu-lagu terkenal asal Korea Selatan. Menariknya, lagu-lagu yang diputar merupakan lagu-lagu dari group yang saat ini sedang terkenal. Sebut saja lagu dari BTS, Twice, Red Velvet, EXO, dan lain-lain diputar pada ajang ini. Hal ini dilakukan karena besarnya pengaruh musisi Korea Selatan dalam memajukan perekonomian negara.

Pada akhir pembukaan Winter Olympics 2018, penonton disuguhi dengan video AR yang menjadi pusat perhatian dunia hari itu. Video AR tersebut menampilkan sekitar 2000 drone yang terbang di atas salju tempat pertandingan ski. Ke 2000 drone tersebut terbang Bersama dan membentuk gambar pemain ski di atas langit, diikuti dengan atlet-atlet ski yang bermain di atas salju. Drone tersebut kemudian membentuk lambang resmi Olympics yang terdiri dari 5 lingkaran. Sebenarnya, ke 2000 drone tersebut bukan drone asli, melainkan sebuah visual yang digambarkan menggunakan teknologi augmented reality. Untuk yang masih awam dengan AR, mungkin akan berpikir bahwa ini adalah drone asli yang terbang di udara.

Selain penampilan 2000 drone, augmented reality juga ditunjukkan pada akhir acara, tepatnya di panggung. Menjelang akhir lagu, panggung utama tiba-tiba dikelilingi oleh bintang-bintang seperti di luar angkasa. Bintang-bintang ini pun juga bukan bintang sungguhan, melainkan hasil dari teknologi AR. Hanya penonton yang menyaksikan dari layer kaca yang dapat melihat. Untuk mereka yang datang ke stadium langsung, tidak dapat melihat apapun.

AR olympic - smarteye(dot)id - credits to observer
credits to oberver

Melalui ajang olahraga ini juga, New York Times membuat aplikasi dimana orang-orang dapat mempelajari tentang berbagai atlet melalui aplikasi tersebut. Anda hanya perlu mengarahkan kamera smartphone Anda ke tempat yang kosong dan avatar para atlet akan tampil di layar smartphone Anda. Deskripsi setiap atlet akan tertulis pada aplikasi tersebut.

Tujuan New York Times dalam membuat aplikasi ini adalah agar memudahkan orang yang ingin mencari tahu tentang atlet yang bertanding pada Winter Olympics 2018. Aplikasi ini juga didesain sesederhana mungkin, sehingga orang-orang tidak perlu repot untuk mencari tahu tentang atlet tersebut. Pengguna aplikasi ini juga tidak perlu banyak memencet apapun, karena pengguna hanya perlu mengarahkan smartphone yang ia miliki.

Acara pembukaan Winter Olympics 2018 di PyeongChang, Korea Selatan merupakan salah satu perhelatan yang mendapat pujian dari banyak kalangan di dunia. Selain karena keberhasilan presiden Korea Selatan Moon Jae In yang mengajak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk menyaksikan acara tersebut, banyak orang yang memuji kehebatan teknologi dalam acara ini. Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Mereka pun membuktikan dengan menggunakan teknologi augmented reality dalam acara ini.

Karena pembukaan Winter Olympics 2018, kita jadi dapat melihat bahwa AR juga bisa digunakan sebagai hiburan. Apakah Anda tertarik belajar lebih dalam lagi mengenai AR?

 
(Ditulis oleh Toska Dhia A.)

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *