Tak Hanya untuk Keselamatan, Ini 5 Keuntungan Simulasi untuk Training Karyawan Pabrik

 

vr training karyawan pabrik manufaktur_smarteye(dot)id_credits to pexels

Jika sebelumnya kami pernah membahas tentang VR training dalam melatih karyawan baru, kali ini kami akan mengajak Anda mengenali lebih baik seputar metode training satu ini. Teknologi AR interactive mungkin saja diaplikasikan untuk memudahkan pekerjaan, semisal cincin yang bisa membuatkan Anda jadwal meeting, atau brosur sales dalam bentuk AR yang mudah dibawa dan dipresentasikan. Namun, praktiknya belum sepopuler simulasi VR untuk training karyawan.

Cikal bakal simulasi VR training dimulai sejak 1986. Adapun profesi pertama yang memanfaatkan VR simulasi adalah pilot, buatan Thomas Furness, seorang insinyur di bidang militer. Ia menciptakan simulator pesawat untuk pilot Air Force pada 1966 kemudian mengembangkannya pada pertengahan 1986-1989 yang disebut Super Cockpit. Kokpit dilengkapi dengan fitur peta 3D, infrared dan citra radar supaya pilot bisa melihat dan mendengar secara real-time.

Helm yang digunakan selama training dilengkapi dengan tracking system dan sensor yang memungkinkan pilot mengendalikan pesawat hanya dengan isyarat tubuh, ucapan, dan pergerakan mata.

 

VR training pilot_smarteye(dot)id_credits to pexels
VR training pilot tahun 1979. Sumber: Virtualspeech

 

Training VR dapat diterapkan dalam macam-macam industri, termasuk juga industri pabrikan yang butuh pengamanan ekstra. Tujuannya, antara lain, meminimalisir risiko kerja dan budget training.

Pengalaman training menggunakan VR bukan saja menyenangkan, melainkan juga menguntungkan dari berbagai segi.

Mari bahas keuntungan tersebut satu per satu.

 

Contoh VR Training Manufaktur_smarteye(dot)id_credits to intopalo
Contoh VR Training Manufaktur. Sumber Intopalo

 

  1. Menghadirkan Lingkungan Kerja Secara Realistis

Tak sama seperti training konvensional, simulasi VR merancang lingkungan atau situasi kerja sesuai kenyataan. Selama ini, training dilakukan sekadar memberi informasi teoretis yang minim praktik. Ibaratnya, trainee hanya disuguhkan tontonan visual tentang cara kerja profesinya, tapi tak menyerap banyak. Dengan kata lain, besar kemungkinan bahwa di kepala trainee ada banyak pertanyaan dan andai-andai seputar pekerjaan sehari-hari mereka nanti, dalam praktik sesungguhnya.

Namun, dengan training VR, karyawan diajarkan mengoperasikan alat dalam pekerjaan mereka dalam situasi kerja. Berbekal headset VR di kepala, mereka belajar mengatasi situasi kerja yang mendekati aslinya. Jadi, diharapkan tak ada lagi kecanggungan selama mengoperasikan mesin atau perannya di perusahaan.

 

  1. VR Training Bisa Diulang-Ulang Apabila Gagal

Sebagian besar trainee pasti takut gagal ketika menjalankan pekerjaannya. Kegagalan praktik kerja dalam dunia nyata akan mengakibatkan penurunan revenue atau akibat negatif lain terhadap perusahaan. Namun, dengan VR, Anda bebas mengulang pelatihan sampai berhasil. Jadi, meminimalisir kekhawatiran Anda selagi bekerja juga, kan.

 

  1. Melibatkan Karyawan Secara Langsung

Keuntungan satu ini bukan hanya dialami dalam training karyawan, melainkan juga bidang edukasi. Training karyawan pabrik membutuhkan lebih dari sekadar contoh dan teori penanganan. Karyawan juga butuh ‘terjun langsung’ ke pekerjaan mereka, entah mengontrol kualitas barang atau alat yang dioperasikan.

VR training adalah cara modern yang bisa mendukung keberhasilan karyawan dalam bekerja. Seketika memasuki skenario dunia virtual melalui headset VR, Anda tak akan lagi berada di dunia nyata, tetapi di dunia kerja Anda. Anda pun akan terlindungi dari gangguan luar selagi fokus training karena larut dalam skenario yang terjadi.

 

  1. Menekan Budget Training Karyawan

Perusahaan manufaktur pun memiliki budget training karyawan. Tak jarang, perusahaan perlu mengganti materi fisik yang sudah dipakai untuk trainee selanjutnya. Ini membutuhkan biaya ekstra.

Lain hal dengan training virtual reality, perusahaan hanya butuh menyediakan satu budget untuk seterusnya. Bahkan, lebih hemat dibandingkan training konvensional. Ada beberapa alasan training VR mampu meminimalisir budget, yaitu:

 

  • Tak perlu ganti rugi peralatan yang mahal. Memegang peralatan mahal bisa bikin jantung dagdigdug saking khawatir rusak tanpa sengaja.
  • Pengalaman ‘nyata’ melalui VR memungkinkan karyawan tahu rasanya mengunjungi tempat jauh atau tempat yang masih dalam pembangunan, seperti ke pertambangan minyak offshore dan gas tanpa perlu mengirim mereka ke sana. Tentu ini menghemat waktu dan biaya.

 

  1. VR Training Melatih Berbagai Macam Gaya Belajar

Pada manusia, ada 3 macam gaya belajar, yakni gaya belajar visual, auditory, dan kinestetik.

Training VR dalam kemasan 3D interactive mengkombinasikan tiga jenis gaya belajar tersebut secara efektif. Ya, sebab materi pelatihan disuguhkan dengan tampilan visual dan suara pendukung sementara trainee menjalankan perannya secara live. Di samping itu, informasi yang disampaikan secara audiovisual akan lebih mudah dipahami dan diingat dengan baik.

 

  1. Mengukur Efektivitas Pelatihan Secara Lebih Mendalam

Program training karyawan kebanyakan hanya memberi segelintir informasi tentang training yang sudah dilakukan. Misalnya, apakah karyawan sudah selesai membaca atau sudah selesai menonton video. Data ini tak cukup menyimpulkan efektivitas training.

Kemampuan VR simulasi untuk merekam pergerakan trainee selama berinteraksi dengan dunia virtual akan memberi informasi lebih kepada perusahaan. Contohnya, mengetahui seberapa lama karyawan menuntaskan tugas, apa yang mereka kerjakan, dan apakah hasil pekerjaan sudah sesuai standar perusahaan.

Kumpulan informasi tersebut akan pula membantu manajer mengetahui apakah karyawan A butuh lebih mahir di bidang tertentu sesuai ranah pekerjaannya.

 

Simulasi VR Training_smarteye(dot)id_credits to control engineering
Karyawan mencoba simulasi VR. Sumber: Control Enginneering
  1. Memudahkan Karyawan Menghafal Informasi

Dalam training pabrikan, karyawan perlu mengingat informasi penting dalam situasi genting. Namun, bagaimana jika ia kesulitan menghafal informasi yang banyak itu?

Dalam industri manufaktur, keselamatan adalah prioritas teratas. Operator dan petugas pengendalian harus siap menghadapi situasi berbahaya yang memerlukan tindakan cepat, seperti kebocoran atau ledakan.

Karena itulah, training virtual reality melibatkan karyawan secara aktif mengatasi situasi tersebut. Kedepannya, ia sudah tahu apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi situasi tertentu. Anda pun akan mengingat kejadian lebih baik jika dialami sendiri, kan?

Itulah beberapa keuntungan VR training untuk melatih karyawan pabrik. Dalam penerapannya di Indonesia, tentu penggunaan teknologi ini dapat membantu sektor usaha lokal untuk membuat pelatihan seperti ini ya. Tertarik? Cek di website kami untuk lebih lanjutnya ya!

 

(Ditulis oleh Novrisa W. Wulandari)

Post Author: Atikah

Content, SEO and Digital Marketing officer of SmartEye.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *