Tak Hanya untuk Keselamatan, Ini 5 Keuntungan Simulasi untuk Training Karyawan Pabrik

Tak Hanya untuk Keselamatan, Ini 5 Keuntungan Simulasi untuk Training Karyawan Pabrik

Sejarah Singkat Seputar VR Training

Teknologi virtual reality atau VR dapat membawa kamu masuk ke realitas virtual yang menarik. Dalam segi bisnis, inovasi ini dapat dimanfaatkan untuk melatih karyawan baru. Kontek simulasi virtual reality dibuat sesuai kebutuhan untuk melatih karyawan.

Tahukah kamu? Teknologi virtual reality sudah dipakai sejak tahun 1986. Inovasi simulator untuk pilot Air Force diciptakan oleh Thomas Furness pada tahun 1966. Kemudian, simulator bernama Super Cockpit ini dikembangkan lebih lanjut pada tahun 1986 hingga 1989. Teknologi ini dilengkapi dengan fitur peta 3D, infrared dan radar untuk memudahkan pilot melihat dan mendengar secara real time. Selama training, pilot memakai helm yang dilengkapi dengan tracking system dan sensor. Pilot bisa mengendalikan pesawat hanya dengan isyarat tubuh, ucapan dan gerakan mata.

pelatihan training pilot
Foto oleh Virtualspeech.com

Hingga saat ini, training VR dapat diterapkan dalam macam-macam industri, tak terkecuali pada industri manufaktur yang butuh pengamanan ekstra. Tujuannya antara lain untuk meminimalisir risiko kerja dan mengurangi biaya operasional perusahaan. Pengalaman training menggunakan VR bukan saja menyenangkan, melainkan juga menguntungkan dari berbagai segi.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang manfaat VR training bagi karyawan pabrik. Simak terus ya! 

Lihat juga: “5 Tren Teknologi Bisnis”

Manfaat VR Training

VR Training
Foto oleh Forbes.com

Menghadirkan Lingkungan Kerja yang Realistis

Tak sama seperti training konvensional, simulasi VR merancang lingkungan atau situasi kerja sesuai kenyataan. Biasanya, training dilakukan dengan sekedar memberi informasi dan teori yang minim praktik. Ibaratnya, karyawan hanya disuguhkan tontonan visual tentang cara kerja profesinya, tanpa dapat menyerap lebih banyak informasi dan praktik langsung. Dengan kata lain, besar kemungkinan bahwa trainee memiliki banyak pertanyaan seputar pekerjaan yang akan dikerjakan nanti. 

Dengan VR training, karyawan dapat belajar mengoperasikan alat dalam situasi kerja yang sebenarnya. Berbekal headset VR di kepala, karyawan bisa belajar mengatasi situasi kerja yang mendekati aslinya. Jadi, diharapkan tak ada lagi kecanggungan selama mengoperasikan mesin dan menjalankan perannya di perusahaan.

Metode Pembelajaran Lengkap dan Berulang

Pada manusia, ada 3 macam gaya belajar, yakni gaya belajar visual, auditory, dan kinestetik. VR training dalam kemasan 3D Interactive mengkombinasikan tiga jenis gaya belajar tersebut secara efektif. Materi pelatihan disuguhkan dengan tampilan visual, suara pendukung dan trainee dapat menjalankan perannya secara real-time. Informasi yang disampaikan dengan metode ini akan lebih mudah dipahami dan diingat dengan baik oleh para peserta pelatihan. 

Selain metode yang digunakan lebih lengkap, konten VR juga dapat diputar kembali. Saat pertama masuk ke suatu perusahaan baru, trainee pasti memiliki ketakutan apabila gagal melakukan pekerjaanya. Kegagalan dalam praktik kerja di awal masuk tentunya suatu hal yang wajar. Namun, kegagalan kerja di dunia nyata dapat mengakibatkan penurunan revenue dan kerugian lainnya. Hal ini dapat dicegah dengan memanfaatkan VR training. Pekerja dapat mengulang konten pelatihan hingga benar-benar paham. Berbeda dengan penyelenggaraan pelatihan tradisional yang membutuhkan banyak waktu dan biaya. Jadi, kesalahan dalam bekerja dapat diminimalisir ya. 

Melatih Kesiapan Menghadapi Bencana

VR training dapat membawa karyawan ke dalam dunia virtual yang terasa seakan nyata. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan pelatihan kerja pada area berisiko tinggi. Sebagai contoh, pekerja di pabrik alat elektronik, pembangkit listrik tenaga nuklir maupun migas lepas pantai dapat melakukan training yang aman dengan kacamata VR. Simulasi kecelakaan dalam tempat kerja maupun risiko bencana dapat dilangsungkan dengan aman. Diharapkan, pekerja menjadi lebih awas terhadap bahaya yang ada saat bekerja nanti dan paham bagaimana cara menanggulanginya. 

Menekan Budget Training Karyawan

Bagi perusahaan besar, kegiatan pelatihan pekerja dapat memakan cukup banyak biaya. Terlebih, apabila jumlah karyawan pabrik yang dipekerjakan cukup banyak. Pada pelatihan tradisional, perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk transportasi, pelatih, peralatan pelatihan dan lainnya. Dengan VR training, biaya yang keluar dapat berkurang secara signifikan. Hal ini dikarenakan VR dapat dipakai berulang kali dan dapat diakses dari mana saja. Terlebih, pekerja yang sudah senior tak perlu meluangkan banyak waktu untuk melakukan pelatihan menyeluruh setiap ada karyawan baru. Tentunya, VR dapat menghemat waktu juga ya. Dengan begitu, pegawai senior bisa fokus bekerja dan meningkatkan produktivitas. 

Mengukur Efektivitas Pelatihan Secara Lebih Mendalam

Umumnya, program pelatihan tradisional hanya memberikan segelintir informasi tentang pekerjaan yang perlu dipahami. Misalnya, karyawan diminta membaca materi ataupun menonton rekaman video saja. Informasi ini tidak cukup untuk menyimpulkan efektivitas training. 

Simulasi VR training dapat merekam kegiatan pelatihan dari pekerja baru saat berinteraksi dengan dunia virtual. Perusahaan dapat lebih memahami proses pembelajaran dan tingkat pemahaman karyawan. Sebagai contoh, perusahaan bisa mendapatkan akses data mengenai seberapa lama karyawan menuntaskan tugas, apa saja yang sudah mereka kerjakan dan apakah hasilnya sudah memenuhi standar perusahaan. Informasi ini berguna bagi perusahaan untuk mengetahui apakah karyawan membutuhkan pelatihan lebih pada bidang tertentu. 


Itulah beberapa keuntungan VR training untuk melatih karyawan pabrik. Dalam penerapannya di Indonesia, tentu penggunaan teknologi ini dapat membantu sektor usaha lokal untuk membuat pelatihan yang lebih efektif. Tertarik? Kunjungi smarteye.id untuk informasi lebih lanjut.

Tak Hanya untuk Keselamatan, Ini 5 Keuntungan Simulasi untuk Training Karyawan Pabrik

Nada Syafira

Jakartans who writes in exchange for mouth-watering delicacies by weekdays. A whimsical wanders who travels by weekend.